Perkuat Jejaring Institusi, Kabiro AAKK UIN Malang Hadiri Wisuda Poltekad
Kabiro AAKK UIN Malang hadiri wisuda Poltekad, perkuat jejaring pendidikan vokasi pertahanan untuk lahirkan perwira profesional, berintegritas, dan adaptif teknologi.
MALANG – Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Politeknik Angkatan Darat (Poltekad), Sabtu (25/7/2026).
Ita mengatakan bahwa momentum ini menjadi penting dalam menghasilkan sumber daya manusia (DSDM) yang siap berkontribusi dalam pembangunan nasional.
“Kegiatan ini adalah momen penting dalam membangun SDM yang siap berkontribusi dalam pembangunan nasional dan penguatan pertahanan negara,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, kehadiran Biro AAKK UIN Malang juga menjadi wujud penguatan jaringan antar lembaga pendidikan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ita berharap bahwa kolaborasi erat kedua institusi dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga karakter kepemimpinan, integritas, serta komitmen kuat dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Semoga kolaborasi yang kuat ini dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga secara karakter dan integritasnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Senat sekaligus Komandan Kodiklat TNI AD, Letnan Jenderal TNI Mohamad Hasan bahwa jumlah wisudawan periode ini sebanyak 113 orang. Selain itu, Politeknik Angkatan Darat saat ini menyelenggarakan 1 Program Magister dan 6 Program Diploma IV sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan pertahanan modern.
“Wisudawan hari ini sebanyak 113 orang dan menyelenggarakan 1 Program Magister dan 6 Program Diploma IV,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses seleksi peserta cukup ketat demi menghasilkan perwira yang profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan dinamika global.
Ia pun memberikan pesan kepada generasi muda saat ini bahwa tantangan zaman saat ini adalah menjadi netizen sekaligus citizen yang bijak dan bertanggung jawab.
“Citizen membangun bangsa melalui tindakan nyata, sedangkan netizen membentuk persepsi melalui ruang digital, tantangannya adalah menjadi keduanya yang bijak,” imbuhnya.
Di akhir kegiatan, pengunjung diarahkan untuk melihat pameran inovasi teknologi, di antaranya sistem absensi digital, sistem pengusir burung di area persawahan, alat pemberian pakan ayam otomatis, mesin penyortir jeruk, mesin perontok padi, alat pengering padi, serta berbagai inovasi lain yang menunjukkan kemampuan lulusan dalam menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


