Advertisement
Pendidikan

Mlayu Bareng, Sehat Bareng: Ketika Ribuan Langkah Menyatukan Kampus-Masyarakat di Unitomo Friendship Run 2026

Mereka memiliki tujuan yang sama. Berlari, menikmati kebersamaan, dan menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis ke-45 Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.

TIMES Indonesia,
Mlayu Bareng, Sehat Bareng: Ketika Ribuan Langkah Menyatukan Kampus-Masyarakat di Unitomo Friendship Run 2026
Rektor Unitomo melepas peserta Unitomo Friendship Run 2026, kebersamaan kampus dan masyarakat tercipta di sini. (Foto: Rudi/TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Matahari bahkan belum sepenuhnya meninggi ketika halaman Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya mulai dipenuhi lautan jersey olahraga berwarna-warni. Ada yang datang bersama keluarga, ada yang membawa komunitas larinya, sebagian lagi datang seorang diri.

Namun pagi itu, mereka memiliki tujuan yang sama. Berlari, menikmati kebersamaan, dan menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis ke-45 Universitas Dr. Soetomo.

Advertisement

Suasana hangat sudah terasa jauh sebelum bendera tanda dimulainya run dikibarkan. Tawa peserta saling bersahutan. Sejumlah pelari mengabadikan momen di depan backdrop acara, sementara panitia dengan sigap mengarahkan peserta menuju area registrasi. Semua berlangsung tertib, cepat, dan rapi.

Itulah kesan pertama yang langsung dirasakan ratusan peserta Unitomo Friendship Run (UFR) 2026, Minggu (26/7/2026) pagi.

Mengusung tagline "Mlayu Bareng, Sehat Bareng", kegiatan lari sejauh lima kilometer ini bukan sekadar kompetisi olahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara kampus dan masyarakat, menghadirkan suasana yang cair, inklusif, sekaligus penuh semangat positif.

Tahun ini, sekitar 727 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sivitas akademika Unitomo, alumni, komunitas lari, hingga masyarakat umum yang ingin menikmati pengalaman berlari dalam atmosfer yang berbeda.

Sesaat sebelum flag off, seluruh peserta mengikuti sesi pemanasan bersama. Musik yang mengalun membuat suasana semakin hidup. Senyum tampak menghiasi wajah peserta, mulai mahasiswa hingga pelari senior yang sudah terbiasa mengikuti berbagai ajang fun run.

Advertisement

Tepat pada waktunya, Rektor Universitas Dr. Soetomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., mengibarkan bendera sebagai tanda dimulainya perlombaan. Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai mengiringi ratusan pelari yang mulai meninggalkan garis start.
Bukan hanya peserta yang menikmati suasana itu.

Di sepanjang lintasan, panitia telah menempatkan petugas di berbagai titik strategis. Mereka memastikan rute tetap aman, membantu mengatur lalu lintas, sekaligus memberikan arahan kepada peserta yang melintas. Ketersediaan titik air minum, petugas kesehatan, hingga relawan yang terus memberikan semangat menjadi bagian dari pelayanan yang mendapat apresiasi peserta.

Profesionalisme penyelenggaraan menjadi salah satu hal yang paling banyak dirasakan sepanjang kegiatan berlangsung. Mulai dari proses registrasi, pengambilan race pack, pengaturan peserta, hingga pengamanan lintasan berjalan lancar. Tidak terlihat antrean panjang maupun kebingungan peserta mencari informasi.

Semua mengalir dengan tertib.
Hal itu menjadi bukti keseriusan panitia dalam menghadirkan sebuah event yang tidak hanya meriah, tetapi juga nyaman diikuti oleh seluruh peserta.

Bagi Rektor Unitomo, kegiatan ini memang dirancang bukan sekadar menjadi agenda seremonial Dies Natalis. Lebih jauh, Unitomo ingin menghadirkan kampus yang terbuka dan dekat dengan masyarakat.

"Dalam momentum Dies Natalis ke-45 Universitas Dr. Soetomo, kami ingin merayakannya bersama masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga ruang yang membangun kesehatan, kebersamaan, dan kolaborasi. Melalui Unitomo Friendship Run, kami berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup," ujar Prof. Siti Marwiyah.

Pernyataan tersebut terasa nyata sepanjang kegiatan berlangsung.
Tidak ada sekat antara dosen, mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum. Semuanya berbaur dalam irama langkah yang sama. Ada peserta yang mengejar catatan waktu terbaik, tetapi tidak sedikit pula yang memilih berlari santai sambil berbincang dengan teman di sampingnya.

Di garis finis, suasana tak kalah semarak. Satu per satu pelari menyelesaikan tantangan lima kilometer dengan ekspresi puas. Ada yang langsung mengangkat kedua tangan sebagai tanda kemenangan atas dirinya sendiri. Ada pula yang saling berpelukan setelah berhasil mencapai garis akhir bersama.

Momentum seperti itulah yang ingin dibangun Unitomo. Ketua Panitia Unitomo Friendship Run, Dr. Priyanto, M.M., mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi media yang efektif untuk mempererat hubungan sosial.

"Sebanyak kurang lebih 727 peserta ikut memeriahkan Unitomo Friendship Run tahun ini. Mereka berasal dari sivitas akademika, komunitas lari, hingga masyarakat umum. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan sekaligus menjadi salah satu ikon perayaan Dies Natalis Universitas Dr. Soetomo," ujarnya.

Menurut dekan FIA ini, keberhasilan acara tidak semata diukur dari jumlah peserta yang hadir. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap orang pulang membawa pengalaman menyenangkan dan keinginan untuk kembali mengikuti kegiatan serupa pada tahun berikutnya.

Semangat itulah yang tampak sepanjang penyelenggaraan.
Panitia tidak hanya menyiapkan jalannya perlombaan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang membuat peserta merasa dihargai. Komunikasi berjalan baik, pelayanan responsif, dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai jadwal.

Di usianya yang memasuki 45 tahun, Universitas Dr. Soetomo kembali menunjukkan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar di dalam ruang kelas. Kampus juga dapat menjadi ruang publik yang menyatukan masyarakat melalui aktivitas yang sehat, inklusif, dan membangun.
Unitomo Friendship Run 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar event lari lima kilometer.

Ia menjadi perayaan tentang kebersamaan. Tentang kampus yang membuka pintunya bagi masyarakat.
Tentang profesionalisme penyelenggaraan yang membuat peserta merasa nyaman sejak registrasi hingga garis finis.

Dan yang paling penting, tentang 727 orang yang pagi itu pulang dengan satu kepuasan yang sama. Bukan hanya berhasil menyelesaikan lintasan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan panjang Universitas Dr. Soetomo dalam membangun tradisi yang sehat, bersahabat, dan semakin dekat dengan masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rudi Mulya
PenulisRudi MulyaSarjana Ilmu Sosial (S.Sos) Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Fotografer dan Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia