Dua Pesilat SMPN 2 Kauman Ponorogo Berhasil Ukir Prestasi di Kejuaraan Tingkat Nasional
Capaian ini mempertegas komitmen SMPN 2 Kauman dalam membina serta menyalurkan potensi bakat non-akademik para peserta didiknya hingga melesat ke level nasional.
PONOROGO – Generasi muda Kabupaten Ponorogo kembali mengukir tinta emas di panggung olahraga bela diri tingkat nasional.
Dua atlet muda perwakilan SMPN 2 Kauman berhasil memborong medali dalam ajang bergengsi Kompetisi Pencak Silat Tingkat Nasional Bojonegoro Championship 2026.
Prestasi membanggakan tersebut disumbangkan oleh Rizka Nurmayla Antony yang sukses mengamankan Juara 1 Tanding Kelas H Putri Pra-Remaja, serta Reni Dwi Anggraini yang meraih posisi Juara 2 Tanding Kelas E Putri Pra-Remaja.
Capaian ini mempertegas komitmen SMPN 2 Kauman dalam membina serta menyalurkan potensi bakat non-akademik para peserta didiknya hingga melesat ke level nasional.
Rizka Nurmayla Antony tidak mampu menyembunyikan rasa harunya usai mengunci posisi tertinggi di panggung podium. Menurutnya, medali emas yang ia renggut merupakan buah dari konsistensi latihan keras yang dijalani selama berbulan-bulan.
"Sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa membawa pulang Juara 1. Persaingan di ajang Bojonegoro Championship 2026 ini sangat ketat karena lawannya tangguh dari berbagai daerah," ujar Rizka penuh semangat.
"Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua, pelatih, dan sekolah tercinta yang terus mendukung saya," sambungnya.
Sementara itu, Reni Dwi Anggraini yang berhasil membawa pulang trofi Juara 2 tetap merasa bangga dan menjadikan pencapaian ini sebagai pemicu evaluasi diri untuk ajang-ajang berikutnya.
"Meskipun berada di posisi kedua, saya sangat bersyukur atas pengalaman berharga ini. Laga final tadi memberikan banyak pelajaran penting tentang ketenangan dan taktik di arena," ungkap Reni.
"Hasil ini justru membakar semangat saya untuk berlatih lebih giat lagi agar di kompetisi selanjutnya bisa menyumbang emas," lanjutnya.
Di balik kesuksesan para atlet muda ini, ada peran penting dari sistem pembinaan yang terstruktur di lingkungan sekolah.
Rohandi Yusuf, pembina ekstrakurikuler pencak silat SMPN 2 Kauman, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta mental bertanding anak asuhnya di gelanggang.
"Kami sangat bangga dengan pencapaian Rizka dan Reni. Mereka membuktikan bahwa kedisiplinan dan kerja keras di sesi latihan tidak pernah mengkhianati hasil," tutur Rohandi.
"Kejuaraan tingkat nasional seperti Bojonegoro Championship ini menjadi ujian mental yang sesungguhnya, dan mereka mampu melewatinya dengan sangat baik," imbuhnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus mendukung keberlanjutan pembinaan atlet-atlet muda potensial agar siap menghadapi kejuaraan tingkat regional maupun nasional mendatang.
"Prestasi ini kami harapkan tidak hanya berhenti di sini, tetapi juga bisa menjadi pemantik motivasi bagi siswa-siswi SMPN 2 Kauman lainnya untuk berani bermimpi dan berprestasi di bidang yang mereka tekuni," ujarnya.
Keberhasilan dua pesilat muda ini semakin memperkuat citra Ponorogo sebagai salah satu lumbung pesilat berbakat yang siap mengharumkan nama daerah di kancah persilatan Tanah Air. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


