Peristiwa Daerah Hari Santri Nasional 2016

Kenalkan Budaya Pesantren Melalui Film Jalan Dakwah Pesantren

Selasa, 25 Oktober 2016 - 17:08 | 35.14k
Suasana pemutaran film Jalan Dakwah Pesantren di Aula IAI Ibrahimy Genteng, Banyuwangi. Selasa (25/10/2016). (Foto : Romi S/TIMESIndonesia)
Suasana pemutaran film Jalan Dakwah Pesantren di Aula IAI Ibrahimy Genteng, Banyuwangi. Selasa (25/10/2016). (Foto : Romi S/TIMESIndonesia)
FOKUS

Hari Santri Nasional 2016

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Dalam rangka menanamkan nilai-nilai keisalaman, Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi, ajak kader mulai tingkat bawah hingga paling tinggi nonton Film Jalan Dakwah Pesantren.

Acara nonton bareng ini digelar di aula kampus IAI Ibrahimy Genteng, Banyuwangi, Selasa (25/10/2016) sore.

"Sebetulnya ini rentetan acara di hari santri nasional, kita coba lakukan pendekatan agama dengan melalui nonton film yang berbau pesantren," kata Ulvi Laili Panitia Nonton Bareng.

Kegiatan ini dipilih, karena diangap paling mudah untuk dilakukan sebagai alat pendekatan agama terhadap anggota, khususnya IPNU dan IPPNU, juga berlanjut sebagai sarana mengenalkan bahwa santri juga ikut berperan dalam kemerdekaan negeri ini.

"Saat ini kan sedang gencar-genrnya, pengenalan santri ikut berjuang merebut kemerdekaan, kita coba tanamkan hal seperti itu lewat film ini," terangnya.

Ulvi yang juga pernah mengenyam pendidikan pesantren dari pondok pesantren Miftacus Sa'adah selama tiga tahun, berharap melalui nonton film Jalan Dakwah Pesantren setidaknya bisa berjuang dengan ilmu keislaman yang dimiliki.

"Kalau dulu perang melawan penjajah, kini santri harus berjuang melawan diri sendiri (Nafsu) dengan ilmu yang di milikinya," pungkasnya.

Dalam film yang mulai produksi mulai tanggal 22 Oktober 2015, dan selesai di bulan Agustus 2016, memang menceritakan dan menjelaskan apa itu santri, serta peran santri dalam kemerdekaan.

"Banyuwangi kebetulan menjadi kota ke tiga dan hari ini menjadi pemutaran Film ke-14, dari sebelumnya pernah diputar di Lamongan dan Gresik," Kata Yuda Kurniawan, produser sekaligus sutradara film Jalan Dakwah Pesantren.

Yuda menceritakan, pembuatan awal film ini awalnya hanya di kerjakan tiga orang saja, Yuda dan dua temannya Hamzah dan Fani. Yuda juga menyampaikan, alasan memilih film berlatar belakang pesantren, karena memiliki metode pendidikan yang khas.

"Pesantren itu memiliki keunikan budaya sendri, dan kita wujutkan dengan sebuah film," tuturnya.

Yuda menambahkan, bahwa belum ada satupun, film dokumenter yang berlatar belakang pondok pesantren. Padahal pendidikan pesantren adalah cikal bakal pendidikan di Indonesia.

"Diakui atau tidak pendidikan di Indonesia berawal dari persatren, hal ini juga di benarkan oleh Kihajar Dewantoro," tegasnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES