Advertisement
Peristiwa Daerah

Hari Ini Sowan Leluhur Majapahit

Kegiatan peringatan Hari Jadi Majapahit ke-723 "Getah Getih Majapahit" diawali dengan Sowan Leluhur, Minggu (6/11/2016). Tak hanya berkunjung (sowan), acara yang akan berlangsung sepanjang hari ini juga diikuti dengan tradisi nyekar, nyadran, dan larungan

TIMES Indonesia,
Hari Ini Sowan Leluhur Majapahit
Persiapan menjelang kegiatan Sowan Leluhur di Padepokan PTJM Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto. (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)
A-AA+

MOJOKERTO Kegiatan peringatan Hari Jadi Majapahit ke-723 "Getah Getih Majapahit" diawali dengan Sowan Leluhur, Minggu (6/11/2016). Tak hanya berkunjung (sowan), acara yang akan berlangsung sepanjang hari ini juga diikuti dengan tradisi nyekar, nyadran, dan larungan.

Sowan Leluhur dilakukan dengan mendatangi sejumlah lokasi yang terkait dengan Kerajaan Majapahit. Lokasi sowan (berkunjung) diantaranya Sodo Lanang, Wringin Lawang, Pendopo Agung Trowulan. Kegiatan ini akan berlangsung sejak pagi hari.‎

Advertisement

Siang hari, usai sowan, peserta dari berbagai komunitas peduli Majapahit ini akan 'Nyekar' menuju lima titik lokasi yang berada di wilayah Kecamatan Trowulan. Lokasi tersebut yaitu Siti Inggil, Reco Banteng, Tribuwana Tunggadewi, Kubur Panjang, dan Sanggar Pamujan.

persiapanxzp2P.jpg

Memasuki sore hari, peserta melakukan Nyadran di Sungai Dinoyo. Nyadran merupakan wujud hormat dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia alam berupa sumber air kehidupan yang dianugerahkan kepada manusia. 

Pada malam hari, peserta akan melaksankan tradisi Larungan di Pantai Ngliyep, Kabupaten Malang. Sepulangnya dari kegiatan larung, mereka kembali 'Nyekar' di Candi Jawi, Pasuruan.‎ ‎

Dimulai dari Padepokan Putro Taruno Jati Mulyo (PTJM) yang berada di Dusun Jatiombo, Desa Bauretno, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, para peserta Sowan Leluhur mengawali rute menuju beberapa lokasi tersebut. ‎

Advertisement

Gus Basuni, selaku pembimbing PTJM menuturkan, sebelum melakukan Sowan Leluhur, seluruh peserta membersihkan diri lahir dan batin. Puasa selama dua hari ke depan menjadi bagian dari pembersihan diri tersebut.  

persiapan-fairGhMZx.jpg

"Kami berpuasa selama sowan tersebut, selama dua hari," ujar Gus Bas -sapaan akrabnya- kepada TIMES Indonesia ditemui di padepokannya Minggu dini hari ini. Dia menjelaskan, puasa dilakukan dengan menghindari memakan makanan yang mengandung unsur hewani. Ia mencontohkan  daging, madu, telur, dan vetsin tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi selama menjalani puasa.‎ ‎

"Filosofinya (makanan unsur hewani)  itu nafsu yang berpengaruh pada kejiwaan dan ruh," ujarnya. Kegiatan sowan leluhur ini merupakan kali pertama digelar dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Majapahit. Beragam acara Getah Getih Majapahit akan berlangsung dalam pekan mendatang hingga akhir bulan ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ferry Agusta Satrio
PenulisFerry Agusta SatrioLulusan Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bergabung dengan TIMES Indonesia pada 2015.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia