KH Ahmad Dahlan-KH Hasyim Asyari ”Bersatu” di IAIN Salatiga
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin meresmikan gedung kembar kampus tiga IAIN Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (27/1/2017).

JAKARTA – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin meresmikan gedung kembar kampus tiga IAIN Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (27/1/2017). Gedung yang dibangun sejak 24 Juni 2015 ini, selesai pada 31 Desember 2016 dengan dana sebesar Rp 90 miliar.
Gedung kembar IAIN Salatiga yang baru dibangun ini diberi nama Gedung KH Ahmad Dahlan yang selesai dibangun pada akhir 2015. Sedang gedung kembarannya diberi nama Gedung KH Hasyim Asy’ari yang baru saja selesai dibangun.
Untuk diketahui, KH Ahmad Dahlan adalah tokoh pendiri Muhammadiyah. Sedang KH Hasyim Asy'ari adalah pendiri Nahdlatul Ulama. Dua ormas ini merupakan ormas terbesar di Indonesia saat ini.
Kedua gedung ini luasnya 15 hektare dan berdiri di atas tanah seluas 50 hektare. Gedung yang akan mulai aktif pada Februari 2017 ini untuk Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Dakwah, Pasca Sarjana, Kantor Rektorat, dan Akademik IAIN Salatiga.
Menag Lukman mengapresiasi pembangunan gedung baru di kampus tiga IAIN Salatiga yang sumber dananya berasal dari SBSN. Kehadiran gedung ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kampus dan kepercayaan masyarakat terhadap IAIN Salatiga. Keberadaan dua gedung baru ini diperkirakan dapat menampung 5.000 mahasiswa.
“Kementerian Agama terus berupaya melakukan peningkatan sarana pra sarana kampus berbasis SBSN. Ke depan, Kemenag akan meyakinkan Kementerian Keuangan, Bapenas dan stakeholder lainnya agar dana SBSN juga dapat digunakan untuk pembangunan lembaga pendidikan seperti madrasah dan pondok pesantren,’’ paparnya.
Rektor IAIN Salatiga Rahmat Hariyadi menegaskan komitmennya untuk memperluas peran dan kontribusi IAIN dalam menguhkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan.
“IAIN akan terus memberikan kesadaran dan pemahaman kepada mahasiswa dan stakeholders akan keberadaan mereka sebagai orang Indonesia yang beragama Islam bukan orang Islam yang tinggal di Indonesia,’’ ujarnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

