Masyarakat Lamongan Tuntut Perbaikan Jembatan Karanggeneng
Kesal karena jalan yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo di Desa/Kecamatan Karanggeneng, dipasang tiang besi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan,

JAKARTA – Kesal karena jalan yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo di Desa/Kecamatan Karanggeneng, dipasang tiang besi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan, puluhan massa melakukan aksi demo.
Pendemo yang mengatasnakan masyarakat area jembatan Karanggeneng dan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK-PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Drajat (Staidra) menuntut tiga hal.
"Kami menuntut menyelesaikan pembangunan jembatan Karanggeneng tahun 2017, pindah blok tiang besi ke lokasi yang aman, dan beri penerangan pada area yang diberi blok besi,"kata Koordinator Aksi (Korlap), Ahmad Hanif.

Pemasangan tiang besi itu, membuat truk dan bis tidak bisa melintas di jembatan yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Namun, kata dia, pemasangan tiang itu memicu kecelakaan.
"Blok besi ditaruh di area turunan dengan posisi jalan meningkung, tapi tidak ada penerangan di area tersebut, sehingga gelap dan rawan kecelakan. Belum ada dua minggu sudah ada dua kecelakaan dan satu orang tewas," ujarnya.
Massa menggelar orasi yang intinya menyampaikan ketidakpuasan atas keputusan Dishub memasang tiang besi dan meminta pemerintah segera memperbaiki jembatan Karanggeneng.

"Masyarakat Lamongan butuh jembatan dan jalan diperbaiki, pemerintah seakan tidak respek dengan kami. Kemarin ada meninggal satu, itu tidak boleh terjadi lagi," ucap Hanif menambahkan.
Sebenarnya, Dishub memasang tiang besi di sisi utara dan selatan jembatan Karanggeneng, karena jembatan dalam kondisi rusak. Pemasangan tiang besi dijalankan Dishub untuk mencegah kendaraan besar melintas di atas jembatan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


