Advertisement
Peristiwa Daerah

Ikuti Metode Penyembuhan Quran, Puluhan Jimat Dilepas Pemiliknya

Forum Terapi Quran (FTQ) Banyuwangi bekerjasama dengan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Banyuwangi dan Kodim 0825 Banyuwangi menggelar acara Terapi Qur’an Massal di Masjid A. Yani lingkungan Makodim 0825 Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (26/2/2017).

TIMES Indonesia,
Ikuti Metode Penyembuhan Quran, Puluhan Jimat Dilepas Pemiliknya
KH Riyadh Rosyad memandu acara Ruqyah Massal di Masjid A. Yani Makodim 0825 Banyuwangi. (Foto: Ahmad Su’udi/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Forum Terapi Quran (FTQ) Banyuwangi bekerjasama dengan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Banyuwangi dan Kodim 0825 Banyuwangi menggelar acara Terapi Qur’an Massal di Masjid A. Yani lingkungan Makodim 0825 Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (26/2/2017).

Acara yang diikuti ratusan warga pria dan wanita itu bertujuan mengenalkan sifat kitab suci Al Quran sebagai Syifa’ yang berarti obat atau penyembuh, dan sebagai solusi atas permasalahan kehidupan.

Advertisement

Kepada TIMES Indonesia, Kepala FTQ Banyuwangi Nasib Suriyanto mengatakan peserta yang hadir merupakan masyarakat umum yang mengetahui perihal acara tersebut dari banner dan selebaran yang FTQ bagikan sebelumnya.

“Sebenarnya semua ayat dalam Al-Quran itu memiliki manfaat membantu menyelesaikan masalah. Hanya saja ada peruntukan-peruntukan sendiri, masalah penyakit, masalah keluarga, masalah sihir, masing-masing punya bagian yang pas,” kata Suriyanto.

Untuk menghalau dan mengendalikan dampak sihir dan jimat-jimat, dalam acara tersebut peserta diajak membaca sejumlah surat dalam Quran diantaranya, Al-Baro’ah, Al-Mumtahanah, Al-Asyr, Al-Ikhlas, Al-Falaq, Al-Ikhlas dan Al-Fatihah. Sebelumnya jimat-jimat peserta dikumpulkan hingga tehimpun satu kresek dari yang berbentuk sabuk, cincin, kalung, bungkusan kecil hingga pulpen.

Di hadapan masing-masing peserta tersedia minuman air mineral untuk ditiup setelah membaca surat-surat kitab suci Al-Qur’an itu. Kemudian, dalam acara yang dipandu KH Riyadh Rosyad dari Pesantren Hafidz Badrussalam Magetan itu, air bacaan diminum sendiri oleh peserta.

“Manfaat yang diperoleh peserta diantaranya membersihkan akidah dari polutan-polutan kesyirikan dan keluhan-keluhan terkait kesyirikan bisa diatasi,” pungkas Suriyanto.(*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisAhmad Su'udi Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia