Advertisement
Peristiwa Daerah

Penumpang Terlantar Merasa Lucu Naik Mobil Satpol PP

Unjuk rasa sopir angkutan umum menolak transportasi online di Kota Malang, Jawa Timur, pada Senin (6/3/2016) pagi hingga sore, memberikan pengalaman menarik bagi Nining Maftuhah.

TIMES Indonesia,
Penumpang Terlantar Merasa Lucu Naik Mobil Satpol PP
Seorang penumpang saat akan turun dari mobil Satpol PP. (Foto: Tria Ardha/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Unjuk rasa sopir angkutan umum menolak transportasi online di Kota Malang, Jawa Timur, pada Senin (6/3/2016) pagi hingga sore, memberikan pengalaman menarik bagi Nining Maftuhah. 

Wanita berusia 60 tahun mengaku tak menyangka bisa diantar bus Sekolah, kendaraan Polisi hingga mobil Satpol PP.

Advertisement

Pengalamannya ini berawal dari tempat tinggalnya di Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, ia hendak menuju Kantor Taspen di dekat Terminal Arjosari, Blimbing. Letaknya yang jauh dari tempat tinggalnya membuat Nining harus berganti-ganti angkutan untuk mencapai Kantor Taspen. 

Jarak sekitar 23 km dari tempatnya, harus ditempuh dengan dua angkutan umum yakni, bus dan angkutan umum GA (Gadang-Arjosari). Namun, karena adanya aksi unjuk rasa, ia tak mendapatkan angkutan umum GA yang biasa ia naiki.

"Gadang tadi tidak seperti biasa, tak ada angkot di sana," katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejak pagi ini ratusan supir angkutan umum Kota Malang sejak pagi ini menggelar aksi di Balai Kota Malang. Mereka menuntut Pemkot Malang untuk menutup dan melarang beroperasinya transportasi berbasis online, seperti Gojek, Uber atau Grab. 

Aksi ini dilakukan karena, para sopir ini merasa penghasilan mereka turun akibat adanya transportasi berbasis online.

Advertisement

Beruntung ada bus Sekolah yang disiagakan Pemkot dari Gadang ke menuju arah Terminal Arjosari. Setelah selesai dari Taspen, Nining yang hendak pulang ke Krebet naik bus Polres Malang menuju Alun-alun Tugu atau Balai Kota.

"Taspen ke Tugu naik bus kepolisian. Dari Tugu kesini naik mobil Satpol PP," kata Nining yang ditemui di depan Masjid Jami Kota Malang.

Nining mengungkapkan naik kendaraan tersebut membuatnya memiliki pengalaman baru. Terutama saat naik mobil terbuka satpol PP, yang tak ia sangka sebelumnya.

"Rasanya senang dan lucu. Aneh soalnya dilihat orang. Biasa yang naik yang pakai rok mini, tapi ini malah orang tua," terangnya.

Sementara itu, ditanya terkait cara pulang ke Krebet, ia berharap dapat kembali naik mobil polisi ke terminal Gadang. Sebabnya, ia melihat belum ada angkot yang beroprasi karena masih ikut unjuk rasa. 

"Saya sangat berterimakasih pada Polisi, dan saya harap bisa naik mobilnya untuk ke Gadang," ucapnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia