Angin Kencang Terjang Blimbingsari, Rumah Pasutri Tua Ambruk
Rumah semi permanen milik pasangan suami-istri Made Sampurna (80) dan Ketut Tunjung (70) yang tinggal di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi rata dengan tanah usai angin kencang menerjang kawasan tersebut pada Rabu (15/3/2017) dini hari tadi.

JAKARTA – Rumah semi permanen milik pasangan suami-istri Made Sampurna (80) dan Ketut Tunjung (70) yang tinggal di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi rata dengan tanah usai angin kencang menerjang kawasan tersebut pada Rabu (15/3/2017) dini hari tadi.
Beruntung, dua pasutri ini tidak mengalami luka serius dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu. Saat angin menerjang semua penghuni rumah sedang tertidur lelap.
Menurut Made Sampurna, peristiwa tersebut terjadi jelang subuh tiba, dirinya dan istri, terkaget mendengar suara keras dan disus runtuhnya atap rumah dengan tiba-tiba. Saat itu hujan juga turun dengan deras.

"Saat saya tertidur, dikagetkan dengan benda jatuh, untungnya saya berhasil menyelamatkan diri," ucap Made.
Saat itu, kata Made, ia dan istrinya berlindung di bawah meja di ruang tengah.
Sementara itu Tim Reaksi Cepat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Banyuwangi, yang mendengar kabar itu langsung datang ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi lapangan.
"Alhamdulillah tidak terjadi korban jiwa, hanya kerugian materi. Untuk sementara korban dievakuasi di rumah tetangganya," papar Ade Setiawan, Kordinator TRC BPBD Banyuwangi.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

