Advertisement
Peristiwa Daerah

Ajaran Toleransi Antarumat Beragama di Desa Balun

Indonesia sebenarnya memiliki cara tersendiri dalam merawat keberagaman dan toleransi. Seperti yang dipertontonkan umat beragama di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

TIMES Indonesia,
Ajaran Toleransi Antarumat Beragama di Desa Balun
Ogoh-ogoh karya pemuda Islam dan pemuda Kristen yang ikut diarak keliling Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, menjelang perayaan Nyepi, Senin (27/3/2017). (Foto: Ardiyanto/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Indonesia sebenarnya memiliki cara tersendiri dalam merawat keberagaman dan toleransi. Seperti yang dipertontonkan umat beragama di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Umat Hindu, Umat Muslim dan Umat Kristen dapat hidup berdampingan di desa yang biasa disebut Desa Pancasila ini. Antarumat beragama di Desa Balun, saling menghormati dengan saling berbagi dan terlibat dalam perayaan hari raya.

Advertisement

Kehidupan antarumat beragama terjalin dengan hangat di Desa Balun, tampak harmonis ketika memperingati hari besar keagamaan Umat Hindu di Pura Sweta Maha Suci.

BACA JUGA: Umat Hindu Desa Balun Arak Tujuh Ogoh-ogoh

Seluruh pemuda Balun berkumpul di pelataran pura, baik para pemuda Islam maupun Kristen ikut menolong untuk membawakan ogoh-ogoh dan mengaraknya keliling Desa Balun.

"Kami menunjukkan toleransi dengan cara membantu pemeluk agama lain yang ingin merayakan hari rayanya. Seperti saat Nyepi, kami juga ikut menggotong Ogoh-ogoh, kami ingin merasakan beban yang mereka rasakan," ucap pemuda Kristen Yusuf Setiono yang ikut ambil bagian dalam mengarak Ogoh-ogoh keliling Desa Balun.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, pada tahun ini para pemuda Islam dan Kristen tidak hanya sebatas ikut membawa Ogoh-ogoh keliling kampung. Namun, juga berpartisipasi dalam membuat Ogoh-ogoh. Untuk tahun ini, ada dua Ogoh-ogoh hasil karya bareng pemuda di desa Balun.

Advertisement

"Ini pertama kalinya kita buat Ogoh-ogoh, tentunya didampingi teman-teman dari Hindu," tutur Tio, sapaan Yusuf Setiono.

Pernyataan senada juga disampaikan pemuda Islam, Robi Ariska yang juga turut membawa Ogoh-ogoh keliling desa.

Lebih jauh, Ia mengatakan, bentuk partisipasi pemuda Islam dan Kristen tidak hanya dilakukan pada tahun ini, namun sudah dijalankan sejak beberapa tahun silam, dengan membantu umat agama lain mempersiapan perayaan hari raya.

Robi menambahkan, tak hanya saat Umat Hindu merayakan hari besarnya saja para pemuda Islam dan Kristen ikut berpartisipasi. Ia mengaku, saat Umat Kristen merayakan hari besarnya, Umat Islam dan Gindu juga ikut menjaga keamanan dan membantu segala persiapan yang diperlukan pihak gereja. "Kalau gereja ada acara ya kita diundang," kata dia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia