Advertisement
Peristiwa Daerah

Tiga Jenis Motif Batik Khas Purbalingga, Tampilkan di Bazar Batik

Bazar Batik Khas Purbalingga, yang di gelar di Griya UMKM Purbalingga, mulai Senin sampai Sabtu 23 hingga 28 Januari 2017, menampilkan tiga jenis kain batik. Yakni batik tulis, batik cap dan batik kombinasi cap dan tulis.

TIMES Indonesia,
Tiga Jenis Motif Batik Khas Purbalingga, Tampilkan di Bazar Batik
Para pengunjung Bazar Batik Khas Purbalingga, di Griya UMKM Purbalingga, antusias memilih kain batik, Senin (23/1/2017) (Foto: Edi Siswanto/Purbalingga TIMES)
A-AA+

JAKARTA Bazar Batik Khas Purbalingga, yang di gelar di Griya UMKM Purbalingga, mulai Senin sampai Sabtu 23 hingga 28 Januari 2017, menampilkan tiga jenis kain batik. Yakni batik tulis, batik cap dan batik kombinasi cap dan tulis.

Tiga jenis batik tersebut diproduksi oleh para perajin batik di kota Purbalingga, dengan menampilkan motif dan ciri khas Purbalingga, seperti kain batik motif pesona Gua Lawa, batik kenalpot, batik motif buah duku, nanas dan strobery serta batik motif bunga glagah.

Advertisement

Kabid UMKM pada Dinas Koperasi dan UKM (DINKOP UKM) Purbalingga, Istriyati mengatakan, dengan adanya tiga jenis batik yang diproduksi, diharapkan bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Harga batik tulis berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp 475 ribu, untuk batik cap harga mulai dari Rp 90 ribu sampai Rp 125 ribu, dan untuk batik kombinasi cap dan tulis harga mulai Rp 150 ribu sampai Rp 175 ribu, dengan demikian masyarakat bisa mendapatkan pilihan sesuai seleranya,” terang Istriyati, Senin (23/1/2017).

Sambung Istriyati, kain batik yang ada di bazaar batik ini berasal dari 9 sentra pembuat kain batik yang tersebar di Kota Purbalingga, seperti dari Desa Galuh, Dagan, Limbasari, Wirasana, Peniron dan lain-lain.  

Sementara itu Kepala DINKOP UKM Purbalingga, Imam Sudjono mengatakan, kegiatan Bazar Batik Khas Purbalingga, harus ditangkap oleh para perajin kain batik atau pelaku UMKM sebagai peluang yang bagus dan menguntungkan.

“Hal ini menindaklanjuti adanya Peraturan Bupati Purbalingga No 3 Tahun 2017, Tentang Pakaian Dinas Bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, sekaligus mendukung Program Bela-Beli Produk Purbalingga, khususnya penggunaan batik khas Purbalingga,” terang Imam.

Advertisement

Imam berharap, untuk mempertahankan pangsa pasar kain batik khas Purbalingga dengan tiga jenis batik tersebut, dan menjaga pengusaha kecil agar tetap eksis, maka diharapkan untuk tidak membuat batik printing atau batik keluaran pabrik.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Edi Siswanto
PenulisEdi Siswanto Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia