Advertisement
Peristiwa Daerah

Komunitas Hidroponik Gresik Hadirkan Taman di Atas Bukit

Meski tidak terlalu besar, namun green house seluas 14 X 35 meter yang dibangun sejak 6 bulan lalu itu, kini sudah nampak menghijau.

TIMES Indonesia,
Komunitas Hidroponik Gresik Hadirkan Taman di Atas Bukit
Taman hidroponik di atas bukit di Gresik Jawa Timur. (Foto: Mohammad Zaini/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Meski tidak terlalu besar, namun green house seluas 14 X 35 meter yang dibangun sejak 6 bulan lalu itu, kini sudah nampak menghijau.

Green house milik Teguh Arief Bijaksana (36) yang merupakan binaan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Jawa Timur tersebut terletak di ketinggian bukit kawasan Dewi Sekardadu Kelurahan Ngargosari Kecamatan Kebomas Gresik atau sekitar 1 km dari Gapura selamat datang kota Gresik.

Advertisement

Taman tersebut cukup memberikan tempat bagi komunitas Hidroponik Gresik untuk melampiaskan hobinya dalam bercocok tanam hidroponik.

Saat berada di pintu masuk green house, kita bakal memandang langsung wilayah kota Gresik. Bahkan kita bisa melihat bangunan lain serta laut yang ada nun jauh disana.

Tempat itu ditata sedemikian rupa dengan media tanam menggunakan pipa paralon non timbal ukuran 3 dim yang disusun bertingkat. Media tanam tersebut mampu menampung sebanyak 8.000 tanaman.

Setidaknya ada 4 komoditi yang ditanam dimedia paralon yang dialiri air secara terus menerus tersebut. Ada slada, kangkung dan sawi daging (pakcoi).

Menurut Teguh, green house tersebut dibangun dengan dana pribadi. “Sampai saat ini sudah menghabiskan dana sebesar dua ratus limapuluh juta rupiah. Kami masih menyisakan lahan untuk pembangunan lanjutan. Kalua prospek sayur mayur ini bagus, kami akan membangun lagi untuk menanam buah-buahan hidroponik,” ujarnya optimis, Selasa (4/4/2017.)

Advertisement

Teguh yang saat itu dibantu oleh teman-temannya dari komunitas hidroponik tampak sibuk melayani sejumlah ibu-ibu dari salah satu desa di Gresik. “Kami senang kalau mereka ingin belajar menanam hidroponik. Saya berharap semua murid-murid sekolah di Gresik mau berkunjung dan belajar tentang hidroponik disini,” ujarnya yang saat itu didampingi oleh Ketua Komunitas Hidroponik Gresik, Syaiful Arif.

Selain belajar tentang tanaman hidroponik, biasanya para ibu-ibu yang berkunjung ini juga berbelanja. Meski terbilang lebih mahal namun para ibu ini senang membeli sayuran hidroponik.

“Dari segi harga kami memang lebih sedikit lebih mahal, namun dari sisi rasa. Sayuran hidroponik memang berbeda. Dari tinjauan kesehatan sayuran hidroponik ini lebih alami, karena ditanam di media yang sangat bersih sehingga bebas e colli, steril tanpa pestisida dan lebih tahan lama,” kata Teguh.

Kendati sudah laris manis di lokasi, namun teguh berkeinginan ke depan produknya bisa mengisi beberapa supermarket. Saat ini pihaknya baru melayani beberapa rumah makan yang ada di sekitar Gresik.

“Kami kesulitan memasarkan produk sayur mayur saya di supermarket karena ada ketentuan lebeling produk. Makanya kami mengundang Kepala Dinas Pertanian untuk membantu kami,” katanya kepada Kadis Pertanian dan sejumlah Kasubdinnya yang hari ini datang berkunjung ke green house.

Setelah melihat-lihat dan memberikan beberapa saran untuk kebaikan, Kadis Pertanian Agus Joko Waluyo mengundang Teguh dan Komunitas hidroponik untuk datang ke Kantor Dinas.

“Silahkan datang, nanti akan saya bantu beberapa hal terkait labelling produk pertanian serta beberapa perizinan lain. Kami juga akan membantu dengan menugaskan petugas Dinas Pertanian Gresik untuk terus menerus memantau perkembangan hidroponik ini,” kata Agus saat mengunjungi greenhouse hidroponik tersebut.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMohammad Zaini Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia