Advertisement
Peristiwa Daerah

Mbah Wali Punjul, Santri Sunan Bonang Penyebar Islam di Tuban

Anda pernah ziarah ke Sunan Bonang di Tuban, Jawa Timur? Jika pernah, sempatkan mampir ke Mbah Wali Punjul.

TIMES Indonesia,
Mbah Wali Punjul, Santri Sunan Bonang Penyebar Islam di Tuban
Tasyakuran jelang Ramadhan dan haul Mbah Wali Punjul, Rabu (17/05/2017) (Foto: Safuwan TIMESIndonesia)
A-AA+

JAKARTA Anda pernah ziarah ke Sunan Bonang di Tuban, Jawa Timur? Jika pernah, sempatkan mampir ke Mbah Wali Punjul.

Ya, Mbah Wali Punjul merupakan santri Sunan Bonang yang juga menyebarkan siar Islam di wilayah Tuban bagian barat sekitar abad ke- XV Maseh. Rabu (17/05/2017) siang, pemerintah Desa digelar haul dan tasyakuran di lingkungan pemakamannya di Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo,  Tuban,  Jawa Timur. 

Advertisement

Tidak hanya warga sekitar Jatirogo saja yang berdatangan. Tetapi juga warga dari berbagai daerah seperti Rembang, Pati, Demak, Kudus, dan daerah Jatim lainnya. 

Menurut Bisri, juru kunci makam, Mbah Wali Punjul merupakan santri Sunan Bonang yang menyebarkan siar agama di wilayah Tuban bagian barat sekitar abad ke- XV Masehi. 

Sebagai bentuk hormat terhadap perjuangan Wali Punjul, setiap menjelang bulan Ramadhan atau di istilahkan Jawa "Mapak", warga dan pemerintah desa setempat mengelar tasyakuran dan haul. 

"Selama ini acara tasyakuran dan haul sudah dilakukan selama 10 tahun terakhir," kata juru kunci makam Wali Punjul, Bisri. 

Menurut Bisri, mengingat tradisi keagamaan yang dibawa Wali Punjul saat itu kuat dan kental dengan tradisi di sini, sehingga pemerintah desa mengadakan pengajian keagamaan. 

Advertisement

Kepala Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo, Afus Suyono, mengungkapkan, dengan menggelar acara ini segenap warga akan mengingat dan hormat jasa perjuangan Wali Punjul dalam siar agama. 

Diakui, acara tasyakuran menjelang bulan suci Ramadhan selalu dilakukan warganya di dekat makam Mbah Wali Punjul. Mereka beraharap, adanya tasyakuran tersebut dapat membawa berkah untuk orang banyak.

"Yang ikut tasyakuran sebenarnya tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi ada pula daerah lain seperti Rembang, Pati maupun Bojonegoro. Sedangkan, rangkaian kegiatan tasyakuran ini malam harinya digelar pengajian umum," jelas kades.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Safuwan
PenulisSafuwan Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia