Advertisement
Peristiwa Daerah

UB Klarifikasi Mahasiswa yang Meninggal di Kamar Kosnya

Pihak kampus Universitas Brawijaya (UB) mengkonfirmasi tentang ditemukannya mahasiswanya yang meninggal diduga bunuh di kamar kos.

TIMES Indonesia,
UB Klarifikasi Mahasiswa yang Meninggal di Kamar Kosnya
Wakil Dekan III FISIP UB, Akh Muwafik Saleh. (Foto: Dok TIMES Indoneisa)
A-AA+

JAKARTA Pihak kampus Universitas Brawijaya (UB) mengkonfirmasi tentang ditemukannya mahasiswanya yang meninggal diduga bunuh di kamar kos.

Mahasiswa bernama Lukman Hakim, yang tercatat sebagai mahasiswa Sosiologi semester 9 ini ditemukan meninggal di kamar kos di Jalan Kertoraharjo Dalam nomor 11C, Kota Malang, Senin (7/8/2017) kemarin.

Advertisement

Mahasiswa asal Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat ini diduga meninggal karena mengirup/keracunan gas freon.

Dari penemuan di TKP sebuah tabung freon dan slang yang masih menempel di mulut korban dan saat ditemukan, kepala jenazah Lukman masih terbungkus tas plastik.

"Berdasarkan pemeriksaan dari tim dokter dan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan aparat kepolisian juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda bunuh diri atau adanya penganiayaan," kata Wakil Rektor 3 Universitas Brawijaya Prof Arief Prajitno kepada wartawan di Malang, Jawa Timur, Selasa (8/8/2017).

Sementara itu Wakil Dekan III  FISIP UB, Muwafik Saleh mengatakan Lukman Arifin merupakan sosok pendiam.

"Saya coba cari teman dekatnya, tapi ga ketemu. Teman-temanya bilang dia memang sangat pendiam dan introvert," katanya, Selasa (8/8/2017).

Advertisement

Muwafik menambahkan Lukman merupakan anak pertama yang berasal dari keluarga cukup mampu sehingga adanya desas desus jika Lukman tidak mampu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) tidak benar

"Terkait lembar UKT, lembar tersebut bisa diunduh oleh mahasiswa secara bebas dari website. Untuk pengajuan Formulir itu harus diisi dan diajukan ke BEM untuk verifikasi dan diajukan ke dekan. Saya sudah konfirmasi ke BEM dan tidak ada pengajuan atas namanya," terang Muwafik.

Lebih lanjut, Muwafik mengatakan, daat dihubungi pihak kampus, Ayah Lukman sedang bertugas di Palu dan ibunya yang berada di Cimahi.

Lukman juga berpesan pada mahasiswa untuk untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif diluar kuliah. Ia berharap dengan demikian mahasiswa dapat memaksimalkan potensinya, dan terhindar hal-hal negatif ataupun menyendiri.

"Saya harap mahasiswa memiliki kegiatan di luar kampus yang positif, itu penting untuk menguatkan nilai moralitas, karakter, dan spiritualnya," tandasnya.

Terkait hal ini, pihak Polresta Malang pun saat ini masih melakukan penyidikan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia