Branding Majestic Banyuwangi Jangan Terbatas pada Logo
Kementerian Pariwisata RI menetapkan brand Majestic Banyuwangi untuk menguatkan positioning kabupaten ujung timur pulau jawa itu di dunia internasional.

JAKARTA – Kementerian Pariwisata RI menetapkan brand Majestic Banyuwangi untuk menguatkan positioning kabupaten ujung timur pulau jawa itu di dunia internasional. Aspek penerapan dari sebuah brand tidak terbatas pada logo. Untuk mencapai titik “langsung dikenal”, sebuah brand harus selalu konsisten dari berbagai aspek.
Kepada TIMES Indonesia, Asisten Deputi pengembangan pemasaran Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Kemenpar, Nia Niscaya menjelaskan, brand merupakan janji akan kualitas produk dan oleh karena itu harus bisa diimplementasikan dengan baik.
“Majestic Banyuwangi jangan dianggap cuma sekadar logo. Slogan Majestic harus terjadi di aktualnya dan diimplementasikan dalam sebuah platform,” jelas Nia, usai sosialisasi brand Majestic Banyuwangi, di Hotel Santika, Kamis (10/8/2017).
Menurut Nia, sebagus apapun sebuah brand, jika tidak dikomunikasikan dengan baik dan tidak terealisasi janji-janjinya maka akan menjadi slogan yang gagal. Untuk itu, hal yang mesti dilakukan adalah mengkomunikasikan brand dan menepati janji-janji didalamnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda berharap, setelah memiliki brand baru, Banyuwangi tidak hanya terkenal di Indonesia tetapi bisa dikenal dunia.
Upaya me-rebranding brand lama menjadi Majestic Banyuwangi, lanjut Bramuda, karena dalam lima tahun terakhir brand lama The Sunrise of Java dianggap telah berhasil mengenalkan Banyuwangi secara nasional.
“Re-branding sangat penting bagi suatu daerah untuk mengenalkan kehebatannya. Maka kita sepakati untuk memilih brand baru Majestic Banyuwangi,” jelas Bramuda.
Bramuda optimis kehadiran brand baru bisa lebih mengenalkan Banyuwangi kepada masyarakat internasional. Terlebih, Kemenpar ingin mendapat ’10 Bali baru’ yang mana Banyuwangi masuk didalamnya.
Secara historis, Banyuwangi dekat dengan Bali dan akan terus didorong sebagai destinasi tambahan. Diharapkan, wisatawan yang berlibur di Bali juga tertarik datang ke Banyuwangi.
Untuk mendorong kesuksesan Majestic Banyuwangi, diperlukan pelatihan dan sosialisasi secara terus menerus. Selain itu, perlu dilakukan promosi ke seluruh komponen, tak terkecuali di produk-produk UMKM Banyuwangi.
“Dengan begitu akan menjadi bergaung dan menjadi attitude atau sikap yang benar-benar ditampakkan dari nama Majestic. Brand Majestic Banyuwangi akan dipasang di taksi dan transportasi lain,” tandasnya.
Lebih lanjut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berencana akan menghadirkan narasumber yang mampu memotivasi para pelaku pariwisata untuk mewujudkan janji-janji Majestic Banyuwangi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


