Peristiwa Penting 28 September, Indonesia Dirikan Djawatan Kereta Api
28 September menjadi hari sakral bagi perkeretaapian Indonesia. Pada tanggal tersebut, 72 tahun silam, tentara Indonesia mengambil alih Kantor Pusat Kereta Api Bandung dari tangan Jepang.

JAKARTA – 28 September menjadi hari sakral bagi perkeretaapian Indonesia. Pada tanggal tersebut, 72 tahun silam, tentara Indonesia mengambil alih Kantor Pusat Kereta Api Bandung dari tangan Jepang. Hal ini sekaligus menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).
Adapun sejarah perkeretaapian di Indonesia sangatlah panjang. Berdasarkan keterangan dari situs PT KAI, sejarah ini dimulai ketika pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele tanggal 17 Juni 1864.
Selain di Jawa, pembangunan jalur kereta api dilaksanakan di Aceh (1876), Sumatera Utara (1889), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), dan Sulawesi (1922). Sementara itu di Kalimantan, Bali, dan Lombok hanya dilakukan studi mengenai kemungkinan pemasangan jalan rel, belum sampai tahap pembangunan.
Pada tahun 1942 Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Semenjak itu, perkeretaapian Indonesia diambil alih Jepang dan berubah nama menjadi Rikuyu Sokyuku (Dinas Kereta Api).
Selama penguasaan Jepang, operasional kereta api hanya diutamakan untuk kepentingan perang.
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, beberapa hari kemudian dilakukan pengambilalihan stasiun dan kantor pusat kereta api yang dikuasai Jepang. Puncaknya adalah pengambil alihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung tanggal 28 September 1945 (kini diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia).
Berikut beberapa peristiwa penting yang terjadi pada 28 September:
1917 - Bendera Thailand merah-putih-biru-putih-merah horizontal, diresmikan.
1945 - Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) didirikan setelah pengambilalihan kekuasaan perkeretaapian di Indonesia dari pihak militer Jepang.
1950 - Indonesia diterima di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
1966 - Indonesia diterima kembali di Perserikatan Bangsa-Bangsa, setelah keluar dari organisasi ini pada 20 Januari 1965 akibat konfrontasi dengan Malaysia.
1997 - Grand Prix Sepeda Motor Indonesia 1997 dilaksanakan di Sirkuit Sentul.
1999 - Tragedi Lampung, 2 mahasiswa tewas tertembak di depan Koramil Kedaton saat demonstrasi menolak RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya.
2014 - Pasangan ganda putra Indonesia, Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan, meraih medali emas ganda putra cabang bulu tangkis dalam Asian Games 2014 di Korea Selatan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

