Batik Jember Terinspirasi dari Tembakau, Kopi dan Kakao

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Perajin batik di Kabupaten Jember terinspirasi dari tanaman tembakau, kopi dan kakao yang tumbuh subur, di wilayah Jember sejak zaman kolonial dahulu untuk membuat pola atau motif pada batik yang mereka produksi.
Iriane chairini Megahwati, produsen batik dan pemilik Rumah Batik Rolla, mengatakan, motif batik kerap terinspirasi dari kekayaan alam suatu wilayah. Begitu juga dengan pembuat batik di Jember yang terinspirasi dengan perkebunan yang ada di Kabupaten Jember khususnya tanaman tembakau, kopi dan kakao.
Advertisement
"Kenapa tembakau? Karena tembakau di Jember sudah ada dari zaman kolonial dan maka dari itu perlu dilestarikan, apalagi tembakau ini juga digunakan sebagai lambang kabupaten," ujarnya, Senin (2/10/2017).
Motif tembakau yang dipakai Iriane, diambil dari tembakau kasturi dan naus. Tembakau yang banyak ditanam di Kabupaten Jember, dan ciri-cirinya juga diperlihatkan dalam batik yang dibuatnya.
"Kalau naus itu daunnya agak bulat dan lebar, sedangkan kalau kasturi itu panjang," terangnya.
Selain itu, kopi dan kakao juga menjadi motif dalam banyak batik di Jember.
"Kakao tersebar di wilayah Jember bagian selatan dan sampai saat ini masih ada, serta beberapa wilayah di Jember lainnya," imbuhnya.
Untuk kakao dan kopi menurut Iriane, kalau kakao tetap hanya diberikan variasi seperti di gambar kakao terbelah atau masih di atas pohon. Sedangkan untuk kopi, tidak membedakan antara robusta atau arabica.
"Tidak kita bedakan antara robusta atau arabica, tetapi tetap mengambil sisi kopi tersebut. Misalnya masih diatas pohon atau sudah berupa butir-butir biji kopi," jelasnya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Rochmat Shobirin |
Sumber | : TIMES Jember |