Advertisement
Peristiwa Daerah

Berkenalan dengan Gus dan Ning Jember 2017, Baru Tahu Kalau Masih Kerabat

Pemilihan Gus dan Ning Jember 2017 memang telah berakhir. Namun, ajang pencarian duta pariwisata bagi Kabupaten Jember, Jawa Timur yang dihelat dua tahun sekali tersebut masih menyisakan sejumput cerita yang menarik.

TIMES Indonesia,
Berkenalan dengan Gus dan Ning Jember 2017, Baru Tahu Kalau Masih Kerabat
Mohamad Yafi Juniarsyah dan Jihan Olivia Nur Anisa Arifianto, Gus dan Ning Jember 2017 yang baru terpilih. Tidak banyak yang tahu bahwa mereka masih bersaudara. (FOTO: Dody/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Pemilihan Gus dan Ning Jember 2017 memang telah berakhir. Namun, ajang pencarian duta pariwisata bagi Kabupaten Jember, Jawa Timur yang dihelat dua tahun sekali tersebut masih menyisakan sejumput cerita yang menarik.

Cerita tersebut berasal dari pasangan finalis Gus dan Ning Jember 2017 yang akhirnya keluar menjadi juara pertama pada malam Grand Final Gus dan Ning Jember 2017 pada Sabtu malam (28/10/2017) kemarin di Gelanggang Olah Raga (GOR) PKPSO Kaliwates. Mereka adalah Gus Mohamad Yafi Juniarsyah dan Ning Jihan Olivia Nur Anisa Arifianto.

Advertisement

Namun, tidak banyak masyarakat Jember yang tahu bahwa ternyata keduanya masih memiliki hubungan kekerabatan meski jauh. Hal tersebut dibenarkan oleh Yafi dan Jihan saat mereka berbincang dengan TIMES Indonesia beberapa waktu lalu.

Gus-Ning-2eQJhp.jpg

Yafi menceritakan bahwa terpilihnya dirinya dan Jihan, yang masih merupakan kerabatnya, sebagai juara dalam pemilihan Gus dan Ning Jember 2017 merupakan sesuatu yang kebetulan. Bahkan, Yafi mengaku sebelumnya tidak tahu bahwa Jihan selama ini merupakan salah satu kerabatnya.

"Soalnya nggak pernah ketemu di acara-acara keluarga. Lebaran juga nggak pernah ketemu soalnya. Nggak nyangka aja ternyata dia masih ada hubungan saudara sama saya," tuturnya sambil tertawa.

Pemuda kelahiran Jember, 25 Juni 1997 itu menceritakan bahwa pertama kali mengetahui bahwa Jihan merupakan salah satu anggota keluarganya yakni pada saat masa karantina atau sebelum acara grand final pemilihan Gus dan Ning Jember 2017 dimulai, setelah diberitahu oleh ibunya. Tidak percaya begitu saja, Yafi kemudian menanyakan langsung kepada Jihan perihal informasi tersebut.

Advertisement

"Saat itu dia (Jihan, Red) juga baru tahu kalau ternyata kami masih bersaudara. Jadi ini benar-benar sesuatu yang mengejutkan. Dan tambah nggak nyangka lagi ketika akhirnya kami terpilih sebagai juara," ujarnya.

Dia menuturkan bahwa terpilihnya mereka sebagai juara dalam pemilihan Gus dan Ning Jember 2017 tersebut menjadi kebahagian bagi keluar besar mereka. Karena bisa jadi hal tersebut merupakan kebetulan yang langka terjadi dalam sejarah pemilihan Gus dan Ning Jember.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Jihan. Dara cantik yang menjadi mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember itu juga mengaku merasa terkejut mengetahui Yafi merupakan saudara jauhnya. "Mbah saya itu punya kakak. Kakaknya itu punya anak. Anaknya nikah sama bude. Bude itu punya anak yang keluarganya Yafi," kata Jihan dengan wajah polos dan bingung saat mencoba menjelaskan alur kekerabatan dirinya dengan Yafi.

Jihan merasa, dengan terpilihnya mereka sebagai Gus dan Ning Jember semakin mempererat hubungan mereka sebagai keluarga. Meski begitu, kenyataan bahwa keduanya masih bersaudara tidak mempengaruhi kinerja keduanya sebagai pasangan yang akan mengemban tugas sebagai Duta Pariwisata Kabupaten Jember. 

Nah, sementara itu terkait dengan tugas mereka sebagai duta pariwisata Jember, mereka berdua sama-sama memiliki komitmen akan mempromosikan pariwisata Jember kepada masyarakat luas. Yafi menyatakan, dipercaya untuk menyandang gelar Gus Jember bukanlah suatu hal yang ringan. Banyak tugas dan tanggung jawab besar yang menanti dirinya. 

"Dengan gelar ini ada kewajiban untuk mempromosikan pariwisata dan potensi Jember tidak hanya kepada masyarakat Indonesia saja, tapi juga ke masyarakat internasional," ujarnya.

Gelar Gus Jember yang diperolehnya membawa banyak perubahan kepada dirinya. Yafi mengaku bahwa gelarnya itu membuat tindak tanduk dan perilakunya harus lebih dijaga. "Karena saya sekarang membawa nama paguyuban dan masyarakat Jember. Maka perilaku otomatis harus dijaga betul," ucap anak pertama dari empat bersaudara itu.

Sementara itu, Jihan mengatakan bahwa gelar Ning yang disandangnya tidak hanya jadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarga. Tapi juga menjadi kunci untuk membuka segudang pintu kesempatan baginya.

Salah satu kesempatan yang dia maksud yakni kesempatan untuk melanggengkan ke ajang pemilihan Puteri Indonesia. "2019 saya akan ikut Puteri Indonesia," tegasnya dengan penuh keyakinan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Dody Bayu Prasetyo
PenulisDody Bayu PrasetyoSarjana Hubungan Internasional Universitas Jember (2013). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia