Peristiwa Daerah

Rumah Terendam Banjir Rob, Warga Tidur di Masjid

Selasa, 05 Desember 2017 - 06:31 | 36.11k
Permukiman warga di Probolinggo yang terendam banjir rob (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)
Permukiman warga di Probolinggo yang terendam banjir rob (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Banjir rob yang menggenangi permukiman warga di pesisir Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (4/12/2017) malam, mengganggu waktu istirahat warga. Tak sedikit yang terpaksa meninggalkan rumah untuk beristirahat di masjid atau bangunan yang lebih tinggi.

Hal itu seperti yang terlihat di Dusun Buyut, Desa/Kecamatan Gending.  “Mau bagaimana lagi, ya terpaksa sebagian tidur di masjid atau tempat yang lebih tinggi. Kalau di rumahnya air tidak terlalu tinggi, ya bertahan di sana,” sebut warga setempat, Mistoyo.

Advertisement

Tak hanya merendam rumah, banjir rob kali ini juga merusak tambak garam dan sawah padi milik warga setempat. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kondisi di Dusun Parsean Kecamatan Dringu dan Dusun Buyut Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo pada Selasa (5/12/2017) dini hari ramai. Warga banyak yang terjaga lantaran ketinggian air laut atau banjir rob, makin meninggi. Genangan banjir tidak hanya merendam jalan perkampungan, namun juga memasuki puluhan rumah penduduk.

Aktifitas istirahat warga pun terganggu, lantaran harus membersihkan lantai akibat banjir rob maupun memindah barang ke tempat yang lebih aman. Banjir kali ini merupakan banjir rob terparah sepanjang tahun 2017.

Gelombang pasang air laut yang mencapai satu meter, membuat air dengan mudah masuk ke pemukiman. Banjir juga membuat tanggul penahan ombak jebol. Padahal sebelumnya, ketinggian banjir rob maksimal hanya sekitar 30 hingga 60 senti meter.

Tak hanya menggenangi rumah, banjir rob juga merusak delapan hektar sawah padi dan lima hektar tambak ikan dan garam. Dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Rob kali ini memang yang terparah, dari tahun sebelumnya. Sementara tanggul penahan ombak di laut, tidak ada,” Kata Kepala Desa Gending, Yuni Kristina, di lokasi banjir rob, Dusun Buyut.

Warga berharap, pihak pemerintah segera membangun tanggul penahan ombak di sisi utara kampung mereka. Sebab, saat ini kondisinya sudah langsung ke laut, hanya terhalang tambak saja. Warga khawatir jika terjadi rob yang lebih besar, bisa merusak perkampungan mereka. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES