Advertisement
Peristiwa Daerah

LBH Surabaya Pos Malang Bangkit Kembali dengan Jiwa Juang Cak Munir

Kafe Kopilogi, di Jalan Ijen Besar Kota Malang, Jawa Timur, menjadi saksi sejarah lahirnya kembali Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Pos Malang. Namanya, LBH Surabaya Pos Malang Persiapan.

TIMES Indonesia,
LBH Surabaya Pos Malang Bangkit Kembali dengan Jiwa Juang Cak Munir
Para aktivis dan pendiri LBH Surabaya Pos Malang saat hadir di acara kembali lahirkan LBH Surabaya Pos Malang yang sudah lama "hilang". Sabtu (9/12/2017) di Kopilogi, Kota Malang. (FOTO: Imad/ TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Kafe Kopilogi, di Jalan Ijen Besar Kota Malang, Jawa Timur, menjadi saksi sejarah lahirnya kembali Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya Pos Malang. Namanya, LBH Surabaya Pos Malang Persiapan.

Hadir dalam acara bertema "LBH Malang Reborn" Menjemput Jiwa Juang Cak Munir Kembali ke Malang, para pendiri dan aktivis LBH Surabaya Pos Malang. 

Advertisement

Tampak hadir juga, Rahmat Syafaat, yang kini menjabat Dekat Fakuktas Hukum Universitas Brawijaya, dan Khoirul Anam dan Bambang Wijadjanto, dan Lutfhi Jayadi Kurniawan, pendiri MCW.

Para pendiri dan aktivis yang hadir secara bergiliran berkisah saat mereka aktif di LBH Surabaya Pos Malang. Mereka kini sudah berada di jabatan strategis di berbagai lembaga, baik di lembaga pendidikan dan organisasi lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, mayoritas mantan aktivis LBH Surabaya Pos Malang menginginkan diberinama LBH Malang. Tidak lagi LBH Surabaya Pos Malang.

"Tapi, untuk sementara tetap pakai nama LBH Surabaya Pos Malang Persiapan. Jika akan ada perubahan, masih akan dibahas selanjutnya," jelas Lutfhi J Kurniawan, kepada TIMES Indonesia, ditemui saat acara.

Dalam acara tersebut, para aktivis yang hadir dihibur dengan lagu-lagu semangat dari Cak Munir. Lagu-lagu itu dicipta oleh grup musik "Tani Maju" dan "Tropical Forest", yang cukup kritis dan mengingatkan semua pihak untuk terus banyak berbuat dan berjuang untuk Indonesia yang lebih baik. 

Advertisement

Salah satunya judul lagu yang dibawakan "Tropical Forest" adalah "Menolak Lupa". Lagu tersebut membangkitan para aktivis untuk terus mengawal kasus Munir hingga tuntas dan penegakan hukum terus ditegakkan. Karena Indonesia butuh keadilan.

"Setiap lagu yang kami nyanyikan adalah doa untuk Indonesia. Saya bangga bisa kumpul dengan para aktivis," ucap salah satu vokalis "Tropical Forest" di depan puluhan aktivis yang hadir.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia