Advertisement
Peristiwa Daerah

Tiga Ribu Guru TK Berkompetisi di 9 Cabang Olahraga

Banyuwangi menggelar Pekan Olah Raga (POR), Guru Taman Kanak-Kanak (TK) ke-6 di lapangan Pengantigan Rogojampi, Jumat (19/1). Sebanyak 3000 guru TK berkompetisi di 9 cabang olahraga.

TIMES Indonesia,
Tiga Ribu Guru TK Berkompetisi di 9 Cabang Olahraga
Bupati Anas menyapa ibu-ibu guru TK di Banyuwangi. (FOTO: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Banyuwangi menggelar Pekan Olah Raga (POR), Guru Taman Kanak-Kanak (TK) ke-6 di lapangan Pengantigan Rogojampi, Jumat (19/1). Sebanyak 3000 guru TK berkompetisi di 9 cabang olahraga. 

POR tersebut dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dia berharap, pelaksanaan POR ini menjadi ajang para guru untuk memperkuat kekompakan. 

Advertisement

"Selama POR, guru-guru TK dari seluruh kecamatan akan berkumpul di sini. Semoga, bisa memperkuat silaturahim dan kekompakan. Manfaatkan juga kesempatan ini untuk bertukar inovasi dan inspirasi, menciptakan hal-hal baik di lingkungan sekolah masing-masing,” kata Anas.

POR ini dilaksanakan selama tiga hari, Jumat-Minggu (19-21 Januari). Para guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), akan berkompetisi dalam 9 cabang olahraga dan seni. Antara lain gobak sodor, paduan suara, lomba tari dan lukis.

Menurut Anas, keberadaan guru TK sangat penting karena mereka pilar pendidikan pertama setelah PAUD.

Guru TK sangat berperan dalam menanamkan nilai-nilai positif yang akan menjadi landasan kuat bagi pendidikan anak selanjutnya.

“Anak akan selalu mengingat apa yang mereka pelajari sejak kecil. Makanya, guru TK ini perannya besar untuk mencetak karakter generasi penerus yang baik. Oleh karena itu, mari terus bekerja keras menciptakan SDM yang unggul menuju Banyuwangi yang semakin maju,” kata Anas dihadapan ribuan guru TK yang hadir.

Advertisement

Sebagai apresiasi, lanjut Anas, tahun ini Pemkab Banyuwangi menaikkan honor para guru tidak tetap (GTT), dan guru kategori 2 (k2) dari yang semula Rp 300.000 menjadi Rp 750.000 dan Rp 1 juta. 

“Untuk tahun ini sudah kami anggarkan Rp 35 miliar. Inilah yang kami kerjakan untuk pengembangan SDM Banyuwangi. Jadi tidak hanya jalan saja yang kita bangun, tapi kami juga berupaya bagaimana pendidikan jadi lebih baik,” lanjutnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Hafil Ahmad
PenulisHafil Ahmad Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia