Bali Safari & Marine Park Lakukan Ritual Tumpek Kandang
Bali Safari & Marine Park kembali melakukan ritual sembahyang Tumpek Kandang sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta.

GIANYAR – Bali Safari & Marine Park kembali melakukan ritual sembahyang Tumpek Kandang sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta.
Upacara yang digelar di depan patung Ganesha, Sabtu (20/1/2018) lalu ini dipimpin pemangku desa adat sekitar.

Adapun pesertanya terdiri dari gabungan karyawan Bali Safari dari sejumlah divisi. Beberapa satwa turut juga jadi peserta yakni gajah sumatera, burung macau, burung enggang, orangutan, binturong, kuda poni dan seekor ular sanca albino.
Upacara yang menyedot perhatian banyak wisatawan asing ini jadi momen penting Bali Safari & Marine Park untuk memamerkan satu dari sekian banyak keindahan kebudayaan Hindu di Bali.

General Manager Bali Safari & Marine Park, Thomas Colbert mengatakan bahwa dalam ajaran agama Hindu ada keharmonisan hidup anatara makhluk dan alam.
"Manusia hendaknya selaras dan hidup hamonis dengan alam, termasuk tumbuh-tumbuhan dan satwa. Bali Safari and Marine Park sebagai badan konservasi dan edukasi mendukung penuh hal serupa. Melalui upacara ini kami menunaikan puji dan sukur kepada Sang Pencipta untuk keselamatan dan kesejahteraan satwa kami," ucapnya, Senin (22/1/2018).

Upacara Tumpek Kandang ialah upacara dalam rangka memuja keagungan Ida Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Siwa Pasupati yang disebut Rare Angon, penggembala makhluk dengan cara melakukan pemeliharaan sebaik-baiknya atas ciptaan-Nya yang berupa hewan ternak atau peliharaan.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap Sabtu Kliwon Wuku Uye menurut kalender Bali dan Jawa atau jatuh setiap enam bulan sekali. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


