Perkuat Kemampuan Prajurit, Taifib-1 Mar Ikuti Latihan KDOL
Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir (Taifib-1 Mar) kembali mengasah kemampuannya dengan mengikuti latihan pendahuluan Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) PPRC TNI.

BATU – Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir (Taifib-1 Mar) kembali mengasah kemampuannya dengan mengikuti latihan pendahuluan Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) PPRC TNI.
Sebanyak 30 prajurit Taifib-1 Mar, mengikuti latihan pendahuluan yang berlangsung di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Rabu (14/03/2018).
Selain diikuti prajurit Taifib-1 Marinir, latihan ini juga diikuti prajurit dari Tim Dalpur Paskhas dan Tim Kam Pandu Udara Para Raider 18/Kostrad dengan penyelenggara Detasemen Matra 2 Paskhas TNI AU.

Latihan pendahuluan KDOL PPRC TNI tersebut dibuka oleh Komandan Detasemen Matra 2 Paskhas Letkol Pas Helmi Ardiyanto Nange MM, sekaligus Ketua Penyelenggara Latihan.
Latihan yang dibuka pada hari Senin (12/3/2018), juga disaksikan Pabandya Lat Sops Pasmar-1 Kapten Marinir Deni Kusmana dan Dankie C Yontaifib-1 Mar Kapten Marinir Arie Mahendra.
Komandan Detasemen Matra 2 Paskhas Letkol Pas Helmi Ardiyanto Nange MM mengatakan latihan ini ditujuan untuk memperkuat prajurit, terutama dalam teknik infiltrasi udara HALO/HAHO yang dianggap sangat efektif dalam sebuah misi.

Dijelaskannya, teknik ini membutuhkan suatu ketrampilan dan peralatan khusus untuk melakukannya. Karena itu dalam latihan kali ini para peserta diharapkan dapat menyerap semua materi dan mampu melaksanakan apa yang telah dilatihkan bersama.
“Semoga latihan ini dapat dimanfaatkan oleh para peserta untuk saling bertukar pengalaman sesuai bidang tugas dan matra masing-masing sehingga kedepannya dalam melaksanakan tugas sebagai tim KDOL PPRC TNI akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” kata Helmi.

Sebagai informasi, dalam latihan ini prajurit mendapatkan materi bina kelas oleh unsur udara dari Skadron Udara 32 Hercules dan materi penerjunan High Altitude Low Opening/High Altitude High Opening (HALO/HAHO).
Prajurit juga dibekali pengetahuan penanganan kecelakaan dari dokter Rumah Sakit Munir Abdulrachman Saleh. Setelah pembekalan, peserta latihan mempraktekkan teknik infiltrasi udara penerjunan Halo/Haho dari ketinggian 15.000-20.000 Feet dengan menggunakan pesawat Hercules dari Skadron Udara 32 Abdulrachman Saleh. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


