Advertisement
Peristiwa Daerah

Warga Tengger Siapkan Ongkek untuk Larung Saji Kasada

Warga Suku Tengger, di Kabupaten Probolingo, Jatim merayakan hari raya Yadnya Kasada. Berbagai persiapan pun dilakukan seperti membuat ongkek untuk larung sesaji di kawah Gunung Bromo

TIMES Indonesia,
Warga Tengger Siapkan Ongkek untuk Larung Saji Kasada
Proses pembuatan ongkek di Desa Jetak, Kecamatan Sukapura. (FOTO: Happy L./ TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Warga Suku Tengger, di Kabupaten Probolingo, Jatim merayakan hari raya Yadnya Kasada. Berbagai persiapan pun dilakukan seperti membuat ongkek untuk larung sesaji di kawah Gunung Bromo.

Ongkek dipersembahkan oleh masing-masing penduduk desa yang desanya tidak mengalami halangan atau kepatihan. Maksudnya, salah satu warga desa tidak ada yang meninggal.

Advertisement

Terbagi dalam kelompok-kelompok kecil, mereka memotong bambu, kemudian membentuknya sedemikian rupa hingga mirip sebuah pikulan. Menariknya, di kedua sisi ujung bentuk rangkaian bambu tersebut warga juga melengkapi dengan beberapa hasil pertanian sebagai bentuk syukur suku Tengger.

Warga menyebut bentuk rangkaian itu ‘ongkek’, yang merupakan tempat beragam sesaji berupa hasil bumi dalam sebuah ritual persembahan ke kawah Gunung Bromo.

Kepala Desa Jetak, Kermat kemudian merinci sesaji dalam ongkek tersebut diantaranya dipenuhi dengan bunga kumitir, bunga tanalayu, bunga waluh, kentang 10 biji, kubis 2 bungkul, kacang-kacangan, daun pakis, daun beringin, daun telotok, daun tebu 2 pucuk, jantung pisang 2 biji, buah pare 2 biji hingga buah pisang sebanyan 2 sisir.

Sebelumnya dikatakan, bahwa pada setiap ritual upacara Kasada, warga mempersembahkan sesaji baik orang perorang atau sesaji oleh pihak desa.

“Untuk persembahan perorangan biasanya berupa kemenyan, kembang rampai, dan hasil bumi. Sedangkan sesaji desa, khusus di buat oleh wong sepuh dan disebut dengan ongkek,” terang Kermat, Jumat (29/6/2018).

Advertisement

Pemberangkatan ongkek sesaji biasanya berbondong-bondong dilakukan pada pukul 22.00-01.00 WIB dini hari, dengan diringi rapalan-rapalan mantra oleh sejumlah dukun di sekitar kawah Bromo.

“Masing-masing desa di kawasan Tengger diwajibkan membawa dua ongkek, yang nantinya akan dipersembahkan ke kawah Gunung Bromo. Garam dan air laut merupakan dua hal yang dilarang dalam pembuatan ongkek,” kata pemilik agrowisata stroberi ini.

Sedangkan Bejo, salah satu pembuat ongkek menjelaskan, bahwa pembuatan ongkek ini sebagai bentuk rasa syukur terhadap sang pencipta atas hasil bumi di tanah Tengger.

"Ongkek ini sebagai bentuk syukur kami umat Hindu Tengger, nanti saat upacara Kasada ongkek ini akan dilarung ke kawah dengan harapan hasil bumi di sini semakin meningkat dan masyarakat suku Tengger tambah makmur," jelas salah satu sesepuh ini.

Sebagai informasi, Upacara Kasada di Gunung Bromo diselenggarakan setiap tanggal 14 atau bulan purnama mangsa Ashada (Kasada). Berdasarkan pada mantera yang dirapalkan, upacara Kasada merupakan sebuah ritual peringatan akan perjuangan nenek-moyang masyarakat Tengger, yang telah membangun dan melindungi hidup mereka selama ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia