Advertisement
Peristiwa Daerah

Ombak Tinggi, Area Pantai Kuta Bali Ditutup untuk Aktivitas Renang

Pantai Kuta Bali mengalami pasang besar akibat gelombang dan arus ombak tinggi yang cukup kuat. Wisatawan pun dilarang renang di pinggir pantai. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 08.00 WITA, Rabu (25/6/2018).

TIMES Indonesia,
Ombak Tinggi, Area Pantai Kuta Bali Ditutup untuk Aktivitas Renang
Pantai Kuta Bali. (FOTO: Khadafi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BADUNG Pantai Kuta Bali mengalami pasang besar akibat gelombang dan arus ombak tinggi yang cukup kuat. Wisatawan pun dilarang renang di pinggir pantai. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 08.00 WITA, Rabu (25/6/2018).

Ketut Narsih, (50), salah satu pedagang makanan di Pantai Kuta menyampaikan bahwa saat pasang air laut sampai ke area dagang di pinggiran pantai. "Kalau punya saya tidak kena, tapi barang dagangan punya pedagang yang lain kena air laut dan basah," ucapnya. 

Advertisement

Menurut Ketut Narsi yang sudah berdagang di Pantai Kuta sejak tahun 1970 ini, kejadian pasang air laut sudah hal biasa. Hampir setiap tahun. Selain itu, pada tahun 2016 juga terjadi air pasang laut sampai ke Jalan  Raya di Pantai Kuta. 

"Kalau surutnya tidak tentu, tapi tadi jam 8 pasang sekitar jam 9 sudah surut. Kalau dulu waktu pasang pedagang kalaung kabut," ujarnya. 

Sementara I Ketut Ipel, selaku Koordinator Balawista Kabupaten Badung, menjelaskan besar gelombang di Pantai Kuta Bali, sudah mulai kelihatan sejak kemarin sore, Selasa (24/7/2018). Namun menurutnya, dari laporan yang ada kejadian ombak besar tidak terjadi di Pantai Kuta saja, tapi di tempat lainnya seperti di Nusa Dua dan Pantai di Kabupaten Gianyar Bali juga mengalami hal yang sama. 

Besar gelombang ini sudah mulai kelihatan sejak kemarin sore. Besok masih akan terjadi dan mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan. 

"Kalau tinggi gelombang disini sekitar 4 meter dan pasangnya cukup besar. Karena gelombang dan arus ombak yang cukup kuat dan itu berbahaya sehingga berbahaya maka kita antisipasi," ucapnya, saat ditemui di Kantor Balawista Kuta, Rabu (25/7/2018).

Advertisement

"Ini bisa terjadi sampai dua hari, memang ombak seperti ini biasa terjadi di bulan Juli dan Agustus. Tetapi kalau pasang tidak setiap. Tapi cuaca seperti  ini kita tidak bisa prediksi," tambahnya. 

Dengan adanya gelombang dan arus ombak yang cukup besar. Pihak Balawista Kuta telah memasang rambu-rambu bendera berbahaya di sepanjang Pantai Kuta agar para wisatawan yang berkunjung tidak melakukan aktivitas berenang atau bermain surfing. 

"Area berenang untuk hari ini kita tutup, karena masih beberbahaya sepanjang pantai ini. Himbaun kita pada masyarakat selalu berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang. Setiap saat kita memberikan informasi dengan memakai pengeras suara oleh Satgas pantai supaya tidak berenang," tutupnya.

Sementara dari pantuan di Pantai Kuta Bali, gelombang ombak tinggi masih cukup besar dan para wisatawan pun tak ada yang renang atau bermain surfing. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Khadafi
PenulisMuhammad Khadafi Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia