Batu Nisan Raksasa di Probolinggo Akhirnya Dibongkar
Bangunan yang menyerupai batu nisan raksasa, setinggi 10 meter, milik Nur Slamet (Bintaos) di Desa Ganting Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akhirnya dibongkar oleh pihak Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Ba

PROBOLINGGO – Bangunan yang menyerupai batu nisan raksasa, setinggi 10 meter, milik Nur Slamet (Bintaos) di Desa Ganting Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akhirnya dibongkar oleh pihak Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten setempat, Kamis (26/7/2018).
Dua bagunan batu nisan raksasa tersebut, dibongkar menggunakan alat berat escavator. Ini dilakukan setelah ada kesepakatan dalam rapat koordinasi beberapa pekan lalu, antara Bakorpakem, Pemkab, MUI dan Bintaos sendiri.

Batu nisan dibongkar karena dinilai telah melanggar syariat agama Islam. Dan mengantisipasi timbulnya keresahan masyarakat setempat.
Ketua Bakorpakem Kabupaten Probolinggo, Nadda Lubis mengungkapkan, kami melakukan pembongkaran dengan cara dirobohkan.
“Kami bongkar supaya tidak menjadi syirik. Kalau menurut agama Islam kan syirik, jika kuburan yang kosong tidak ada isinya, itu sudah di luar kewajaran dan syirik,” kata Nadda Lubis, yang juga sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, di lokasi.

Diberitakan sebelumnya, sebuah patung yang dibuat menyerupai batu nisan raksasa, di Desa Ganting wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menuai protes kalangan masyarakat setempat.
Batu nisan yang dibangun setinggi 10 meter ini, sengaja dibuat oleh seorang warga bernama Nur Bintaos, di lahan sawahnya. Batu nisan yang terbuat dari bata merah dan disemen itu ada dua, yang memang sengaja dibuat mirip dengan kuburan oleh pemiliknya. Dan kini batu nisan raksasa di Kabupaten Probolinggo itu dibongkar oleh Bakorpakem. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


