Advertisement
Peristiwa Daerah

Kebun Kopi Organik Krucil, Lengkapi Kekayaan Endless Probolinggo

Kabupaten Probolinggo, Jatim, kini memiliki kebun kopi organik. Letaknya, di Dusun Pesapen, Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil. Kebun ini melengkapi kekayaan daerah dengan sebutan Endless Probolinggo tersebut.

TIMES Indonesia,
Kebun Kopi Organik Krucil, Lengkapi Kekayaan Endless Probolinggo
Tim Pengembangan Produk Unggulan Daerah Kopi Rakyat di kebun kopi organik, Krucil (FOTO: Istimewa)
A-AA+

PROBOLINGGO Kabupaten Probolinggo, Jatim, kini memiliki kebun kopi organik. Letaknya, di Dusun Pesapen, Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil. Kebun ini melengkapi kekayaan daerah dengan sebutan Endless Probolinggo tersebut.

Dari pusat pemerintahan di Kota Kraksaan, kebun kopi organik seluas 37,02 hektar di lereng utara pegunungan Argopuro ini berjarak 38 kilometer. Dengan mengendarai mobil, waktu tempuh yang diperlukan sekitar 1,5 jam.

Advertisement

Kebun-Kopi-2.jpg
Poktan Rejeki 17 yang mengelola perkebunan kopi organik, bersama tim Pemkab Probolinggo

Kebun kopi ini, dikelola kelompok tani (Poktan). Namanya, Poktan Rejeki 17. Poktan ini, sebelumnya terpilih sebagai salah satu pelaksana pilot project pada Program Desa Pertanian Organik, yang menjadi salah satu agenda dalam program Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Penerapan pola organik pada kebun kopi ini, telah dimulai sejak empat tahun terakhir, dan sudah beberapa kali panen. Tak heran bila kebun kopi arabica ini menjadi buah bibir para pecinta kopi. 

Rabu (25/7/2018) siang, Tim Pengembangan Produk Unggulan Daerah Kopi Rakyat Kabupaten Probolinggo, berkunjung ke kebun ini. Tim beranggotakan unsur eksekutif, legislatif dan Perhutani KPH Probolinggo. 

Kunjungan ini, sebagai support Pemkab Probolinggo terhadap usaha yang dirintis masyarakat lokal di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. 

Advertisement

Apalagi, kebun ini tengah menjalani proses untuk mengantongi sertifikat kebun organik.

Sebagai proses akhir, Agustus nanti, kebun ini Lembaga Sertifikasi Organik (LSO Is Col) yang telah ditunjuk oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI, dijadwalkan akan inspeksi dan menguji kebun ini.

Setelah melihat kondisi kebun, tim berbincang dengan Poktan Rejeki 17. Bersama hidangan kopi organik yang disajikan hangat, tim mendengar aspirasi mereka. 

“Kopi Arabika Krucil ini ibarat emas hitam yang langka dan selalu menjadi incaran para pengusaha dan tengkulak luar daerah. Potensi ini akan berkembang kalau semua dinas terkait guyub dan memberikan perhatian,” kata Ketua Tim, Wahid Nurrahman.

Wahid berharap setelah mendengar aspirasi dari poktan Rejeki 17 dan melihat langsung segala kondisi yang ada di desa Watupanjang, tim mampu merumuskan suatu solusi dan kebijakan terhadap segala kesulitan yang masih dimiliki. 

"Baik infrastruktur maupun pengembangan dan modifikasi produknya," kata pria yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo ini.

Ia menyatakan, jika komoditi kopi organik ini diperlakukan dengan baik, kopi Arabika Krucil akan menjadi produk unggulan Kabupaten Probolinggo dan tentu saja akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Luas Kebun Kopi Probolinggo

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo, tanaman Kopi Arabica sepanjang tahun 2015 seluas 1.187,49 hektar dengan produksi sebesar 97,61 ton. Sedangkan untuk Kopi Robusta, seluas 3.039,85 hektar dengan produksi sebesar 1.204,63 ton.

Kebun-Kopi-3.jpg
Tim Pemkab Probolinggo menikmati kopi organik Krucil. 

Kopi Arabica paling banyak ditanam di Kecamatan Sumber seluas 559,64 hektar, disusul Sukapura seluas 436,20 hektar, Krucil seluas 175 hektar, Lumbang seluas 12,65 hektar, dan Kecamatan Tiris seluas 4 hektar.

Adapun Kopi Robusta, paling banyak ditanam di Kecamatan Tiris seluas 1.400 hektar, disusul Krucil seluas 1.184 hektar, Sumber seluas 229,53 hektar, dan Kecamatan Pakuniran seluas 127,07 hektar.

Namun untuk yang menggunakan pola organik, masih di Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil. Luasnya, 37,02 hektar.

Perhutani Probolinggo Mendukung 

Sementara itu, dukungan juga diutarakan Administratur/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Probolinggo, Tubagus Aep Saipudin, yang tergabung dalam tim khusus ini.

Ia sangat mengapresiasi kemajuan sumber daya masyarakat desa Watupanjang, yang telah berhasil mengembangkan kopi organik di tengah ramainya permintaan kopi berkualitas. Baik pasar lokal maupun Internasional.

“Saya pikir ini merupakan langkah besar kita dalam mengembalikan reputasi kecamatan Krucil yang dulu pernah menjadi salah satu sentra penghasil kopi terbaik di Indonesia, sekaligus sebagai pendongkrak perekonomian rakyat,” ungkap Tubagus.

Sebagai wujud apresiasi, pihaknya akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para petani untuk memanfaatkan kawasan perhutani sebagai perluasan perkebunan kopi di Kecamatan Krucil.

“Peluang untuk program-program sosial sudah ada. Nanti kita atur tata ruang dan pengelolaannya. Selanjutnya tergantung petaninya, bagaimana mereka bisa menjaga eksistensi dan meningkatkan kualitas produknya,” pungkasnya.

Dengan kebun kopi organik ini, kekayaan Kabupaten Probolinggo kian lengkap, sesuai dengan tagline yang digelorakan pemkab setempat, Endless Probolinggo (Probolinggo yang tak terhingga). Apalagi, jarang sekali daerah penghasil kopi organik di Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Iqbal
PenulisMuhammad IqbalSarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam (2009), serta Magister Pendidikan Agama Islam (2016) Universitas Nurul Jadid. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik di Probolinggo, Jawa Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia