Peristiwa Daerah

Fauzi H Amro, Nyata Membangun Sumsel

Selasa, 07 Agustus 2018 - 12:30 | 56.87k
Kiprah, karya dan Pengabdian yang tulus untuk rakyat Sumsel membuat Fauzi H Amroh dianugerahi penghargaan anugerah lintas politika. (FOTO: Istimewa)
Kiprah, karya dan Pengabdian yang tulus untuk rakyat Sumsel membuat Fauzi H Amroh dianugerahi penghargaan anugerah lintas politika. (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, PALEMBANG – Energik, Visioner dan merakyat begitulah kesan pertama yang ditangkap pada sosok Fauzih H. Amropolitisi Sumatera Selatan. Berbagai macam karya telah diberikan kepada masyarakat Sumatera Selatan khususnya wilayah pemilihan Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Lubuk Linggau, Musi Rawas Utara.

Lahir pada 7 Juni 1976 di Desa Remban, yang saat ini masuk dalam wilayah Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan. Fauzih anak kedua dari enam bersaudara, buah hari buah hati dari H Amro Ahmad dan Hj Rokibah.

Advertisement

Sejak dilantik 1 Oktober 2014, Fauzi langsung gerak cepat untuk merealisasikan janji kampanye, diantaranya adalah dengan membantu membenahi Kota Lubuk Lingau dan Musi Rawas saat itu dibidang infratsruktur dan pembangunya masih jauh tertinggal dari Palembang.

Ketika partai Hanura memberikan mandat kemudian menempatkanya ke komisi V yang membidangi bidang mengurusi infrastruktur, perhubungan, perumuhan rakyat serta pembangunan desa, seperti mendapat jalan lapang. Sejumlah harapan yang sebelumnya tak pernah terbayangkan menjadi kenyataan.

Fauzi menjelaskan, fokus pekerjaan yang dilakukan sejak awal dilantik adalah bagimana meningkatkan pembangunan infrastruktur di Kota Lubuk Linggau dan Musi Rawas. Fauzi menilai 2 wilayah ini memiliki potensi yang sangat besar bila dikelola dengan baik.

Maka dari itu, kiprah awalnya adalah menjadikan Bandara Silampari sebagai posisi strategis yang memiliki efek domino bagi peningkatan ekonomi rakyat.

Fauzih Amro berupaya menyulap Bandara Lubuk Linggau, yang sebelumnya lebih menyerupai terminal bus. Areal bandara juga kerap digunakan sebagai tempat balap sepeda motor menjadi bandara strandar nasional.

Lubuk Linggau sebelumnya hanya disinggahi satu pesawat kecil dan itu pun seminggu cuma tiga kali penerbangan.  Namun upaya Fauzih Amro yang melobi Kementerian Perhubungan dan juga sejumlah perusahaan maskapai penerbangan berbuah hasil. Kini dua maskapai nasional, Batik Air dan Sriwijaya Air, selalu padat dengan penumpang.

Kini Bandara Silampari Lubuklinggau sudah cukup representatif. Bahkan sudah disinggahi pesawat berbadan lebar.

Penerbangan pun langsung Jakarta-Lubuklinggau pulang pergi. Setidaknya ada 8 Kabupaten Kota yang masuk di tiga provinsi, Sumsel, Jambi dan Bengkulu yang merasakan multi efek positif dari pengembangan Bandara Silampari yang merupakan buah perjuangan Fauzih Amro selama berkiprah di Komisi V DPR-RI antara tahun 2014-2016.

Selain itu, Fauzih Amro juga banyak memberikan kontribusi mengentaskan kawasan kumuh di Lubuklinggau, Musi Rawas Utara dan Musi Rawas seperti memberikan bantuan pembangunan bedah rumah swadaya, pembuatan sarana air bersih serta membangun jalan desa, jalan provinsi dan jalan Kota/Kabupaten yang semuanya mengarah pada percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat daerah pemilihan Sumsel 1.

Setelah berhasil menjalankan amanah di komisi V DPR RI, Fauzi kembali ditugaskan di komisi IV DPR RI yang membidangi Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) serta sejumlah BUMN seperti Bulog, PT Pupuk Indonesia dan Perhutani.

Selama di Komisi IV DPR-RI, Fauzih Amro berupaya meningkatkan percepatan pembangunan Pertanian, Perternakan dan Kehutanan. Dalam setiap reses, Alumnus Institute Pertanian Bogor (IPB) ini selalu menyalurkan aspirasinya dengan memberikan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) mulai dari handtrakctor roda tiga dan roda empat, combine, pompa air.

Sudah 1500 Alsintan yang didistribusikan dan program Bibit Sapi (UPPO), bibit gratis yang jumlahnya sudah mencapai ratusan Alsintan ke Kelompok Tani (Poktan). Selain itu, di bidang Kehutanan, Fauzih Amro juga berupaya membantu mediasi penanganan konflik perkebunan dengan pihak perusahaan dan masyarakat di Musi Rawas dan Muratara.

Kiprah dan karya untuk rakyat inilah yang akhirnya membuat Fauzi H. Amro mendapat penghargaan Anugerah Lintas Politika beberapa waktu lalu.  Dengan Tagline dari desa menuju senayan, Fauzi H. Amro memiliki niat kembali maju dalam Pemilihan Umum 2019.

“Pengabdian yang tulus dan memahami problem rakyat akan menjadi jalan bagi saya nuntuk terus maju dan berjuang bagi kemashalatan orang banyak,” ungkap Fauzi H Amro. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : Palembang TIMES

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES