Advertisement
Peristiwa Daerah

Krisis Air Bersih di Lamongan Terus Bertambah

Kabupaten Lamongan, Jawa Timur  menjadi satu daerah yang menjadi langganan krisis air bersih ketika musim kemarau melanda. Pada tahun ini, wilayah yang terdampak kekeringan masih terus bertambah.

TIMES Indonesia,
Krisis Air Bersih di Lamongan Terus Bertambah
Polsek Sugio melakukan droping air bersih ke Dusun Puripan, Desa Bedingin, Kecamatan Sugio, Kamis, (16/8/2018). (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN Kabupaten Lamongan, Jawa Timur  menjadi satu daerah yang menjadi langganan krisis air bersih ketika musim kemarau melanda. Pada tahun ini, wilayah yang terdampak kekeringan masih terus bertambah.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, saat ini sudah ada 26 desa dari 10 kecamatan yang mengajukan permintaan dropping air bersih.

Advertisement

"Data sementara hingga hari ini, kami sudah melakukan dropping air bersih ke 26 desa di 10 kecamatan di Lamongan," kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin, Kamis (16/8/2018).

BPBD Lamongan mengerahkan sebanyak 3 armada truk tangki, dua truk berkapasitas 6000 liter, dan satu truk berkapasitas 1000 liter, setiap kali melakukan dropping.

Air-Bersih.jpg

Muslimin mengungkapkan, dalam sehari BPBD bisa melakukan dropping air bersih di tiga tempat berbeda. "Hingga hari ini setidaknya sudah 117 tangki air bersih yang tersalurkan ke masyarakat," ucapnya.

Selain mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui BPBD, bencana kekeringan yang terjadi ini juga mendapatkan simpati dari jajaran Kepolisian Resort (Polres) Lamongan.

Advertisement

Salah satunya adalah Polsek Sugio, yang ikut memberikan bantuan air bersih ke masyarakat yang kini sedang mengalami krisis air bersih. Polsek Sugio melakukan droping di Dusun Puripan, Desa Bedingin, Kecamatan  Sugio.

"Hari ini Kami bersama-sama aparat terkait dan juga BPBD Lamongan melakukan dropping air bersih ke Desa Bedingin sebanyak 3 truk tangki air bersih," tutur Kapolsek Sugio, AKP Sunaryo.

Ia menyebut, masyarakat di desa ini sudah hampir sepekan ini mengalami krisis air bersih, seiring dengan mulai mengeringnya beberapa embung yang ada di desa tersebut.

“Seluruh elemen secara bergotong royong membantu masyarakat untuk mendapatkan air. Sebelum air di bagikan kepada warga," kata Sunaryo.

Sebelum pembagian air bersih, Sunaryo mengimbau, masyarakat agar tidak sampai berebut, yang bisa mengakibatkan pertengkaran-pertengkaran kecil.

“Air itu dingin tapi apabila kita sudah kekurangan air, maka suasana bisa menjadi panas. Janganlah hal semacam ini terjadi," ujar Sunaryo mengimbau warga di lokasi dropping. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

MFA Rohmatillah
PenulisMFA Rohmatillah Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia