Kontribusi Komunitas Bank Sampah Menuju Kota Batu Bebas Sampah

TIMESINDONESIA, BATU – Kota Batu menargetkan bebas sampah, seiring dengan Gerakan Indonesia Bebas Sampah tahun 2020. Komunitas bank sampah memiliki peran dan kontribusi dalam mewujudkannya.
Menilik problem persampahan di Kota Batu, tercatat antara 80 - 100 ton sampah masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) setiap hari. Sampah yang masuk ke TPA, bercampur antara sampah organik dan anorganik.
Advertisement
Lantas, sejauh mana kontribusi komunitas bank sampah mengurangi timbunan limbah tersebut? Catur Wicaksono, penggiat lingkungan di Kota Batu menyebut ada sekitar 90-an titik bank sampah yang tersebar di Kota Batu.
Di setiap titik bank sampah, kata dia, beranggotakan 50 hingga 100 orang. "Jadi anggota bank sampah mencapai 5000 orang lebih," ujarnya kepada TIMES Indonesia, Kamis (16/8/2018).
Pengurus Pokja IV PKK Kota Batu ini melanjutkan, di setiap titik bank sampah, bisa mendaur ulang 0,3 - 0,4 ton sampah per bulan. Artinya, sekitar 30 ton sampah di Kota Batu berhasil didaur ulang oleh komunitas bank sampah.
Sampah yang didaur ulang tersebut, lanjutnya, kalau dikonversi dalam bentuk rupiah bisa mencapai Rp40 juta-an per bulan. Dalam setahun, bisa menghasilkan perputaran dana hampir mencapai Rp500 juta per tahun.
Catur mengakui upaya tersebut belum signifikan, namun setidaknya bisa mengurangi sampah lebih dari 350 ton setahun.
Dengan kondisi tersebut, menurut pria yang juga pengurus Forum Kota Sehat ini, target Kota Batu Bebas Sampah 2020 masih memungkinkan bila pemerintah daerah memiliki langkah-langkah strategis.
"Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memiliki langkah strategis per tahun untuk mencapai target tersebut (Kota Batu Bebas Sampah 2020)," kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 DLH Kota Batu, Didik Irianto, mengatakan, komunitas bank sampah mampu mengurangi sekitar 10 persen untuk didaur ulang.
Untuk mendorong kreativitas daur ulang sampah, DLH Kota mengadakan pelatihan teknis bagi komunitas bank sampah, termasuk melatih pengelolaan administrasinya.
Sedangkan fasilitasi pemasaran hasil daur ulang, dia mengakui belum maksimal. Menurutnya, perlu kerja sama dengan usaha wisata dan hotel di Kota Batu untuk mendukung pemasaran produk.
Target Kota Batu Bebas Sampah akan dapat terwujud dengan meningkatkan kontribusi dan partisipasi masyarakat, termasuk komunitas bank sampah. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |
Sumber | : TIMES Batu |