Peristiwa Daerah

Bandara Banyuwangi Tengah Bersiap Jadi Bandara Internasional

Rabu, 12 September 2018 - 17:25 | 119.40k
Bandara Banyuwangi (Foto : Rizki Alfian/Timesidonesia)
Bandara Banyuwangi (Foto : Rizki Alfian/Timesidonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Bandara kebanggaan masyarakat Banyuwangi tengah bersiap menjadi bandara internasional. Hal tersebut setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub RI) memberikan sinyal positif atas perubahan status bandara.

Alhamdulillah, belum lama ini kami semua sudah diajak rapat di kantor Kemenhub yang dihadiri seluruh stakeholder, termasuk direksi PT Angkasa Pura II, pihak imigrasi, dan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav),” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (11/9/2018).

Advertisement

Dalam rapat yang dipimpin Direktur Bandar Udara Kemenhub Polana B Pramesti tersebut, dipetakan langkah-langkah percepatan untuk mengubah Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional. 

"Respons cepat yang dilakukan Kemenhub tersebut menunjukkan komitmen nyata pemerintah pusat untuk terus mendorong pengembangan daerah serta menciptakan pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi baru di daerah," jelas Anas. 

Anas menjelaskan, Direktorat Bandara Udara Kemenhub akan segera mengusulkan Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional setelah semua persyaratan/rekomendasi terpenuhi dan sudah dilakukan verifikasi lapangan.

"Diharapkan tanggal 22 September 2018 akan dilakukan verifikasi oleh Kemenhub atas semua syarat yang dibutuhkan. Sehingga saat perhelatan Annual Meeting IMF-World Bank, Kemenhub menargetkan Bandara Banyuwangi sudah menjadi bandara internasional," kata Anas. 

Untuk itu, sebelum proses verifikasi sejumlah pihak segera melakukan persiapan. Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Kusiyadi mengatakan, PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara Banyuwangi akan merenovasi gedung VIP menjadi terminal internasional sebelum dibangun permanen. AP II juga segera mengajukan Ijin Kawasan Pabean kepada Kantor Bea Cukai (Custom).

"Karena Ijin Kawasan Pabean merupakan persyaratan dalam penetapan menjadi bandara internasional. Terkait dengan fasilitas Custom, Immigration, dan Quarrantine (CIQ), AP II siap memfasilitasi sarana yang dibutuhkan, namun SDM tetap dari pihak kementerian," jelas Kusiyadi.

Sementara itu, Executive General Manager Bandara Banyuwangi Anton Marthalius antusias atas percepatan rencana tersebut. 

Menurut dia, respons cepat yang dilakukan Kemenhub atas rencana tersebut berdasarkan kinerja positif yang berhasil dicatatkan oleh Bandara Banyuwangi, di mana rata-rata penumpang mencapai 1.400 orang per hari.

Selain itu, kata Anton, Bandara Banyuwangi menjadi bandara internasional tidak hanya karena berkaitan dengan adanya Annual Meeting International Monetary Fund World Bank (IMF-WB) tetapi juga karena adanya permintaan dari maskapai untuk melayani rute internasional.

"Citilink ingin membuka rute Kuala Lumpur - Banyuwangi pada akhir 2018 ini. Bahkan, sudah mengajak biro travel Malaysia menyiapkan paket wisata untuk wisatawan Malaysia," pungkas Anton. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Banyuwangi

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES