Advertisement
Peristiwa Daerah

Dua Abad Lalu, Agrobisnis Jadi Masa Keemasan Sejarah Situbondo

Dua abad yang silam, Situbondo pernah mengalami masa keemasan. Salah satunya adalah perkembangan agrobisnis sekitar tahun 1830 yang sangat menonjol yang dibuktikan dengan

TIMES Indonesia,
Dua Abad Lalu, Agrobisnis Jadi Masa Keemasan Sejarah Situbondo
Pabrik gula Pandjie di Situbondo (FOTO: Istimewa)
A-AA+

SITUBONDO Dua abad yang silam, Situbondo pernah mengalami masa keemasan. Salah satunya adalah perkembangan agrobisnis sekitar tahun 1830 yang sangat menonjol yang dibuktikan dengan pembangunan beberapa pabrik gula di Kabupaten Situbondo.

Di akhir kepemimpinan Raden Prawirodiningrat I di tahun 1830, kekuasaan selanjutnya diganti oleh Raden Prawirodiningrat II. Di masa pemerintahan Prawirodiningrat II ini terjadi perkembangan ekonomi yang sangat menyolok dengan berdirinya sejumlah Pabrik Gula (PG) seperti PG Demas, PG Panji, PG Olean dan PG Wringinanom.

Advertisement

Atas jasanya tersebut, pemerintah Belanda memberikan hadiah ke Prawirodiningrat II berupa Kalung Emas dengan Bandul Singa. Wilayah kekuasaan Prawirodiningrat II cukup luas hingga sampai ke daerah Probolinggo. Hal ini dibuktikan dengan diangkatnya putra dari Prawirodiningrat II menjadi Bupati Probolinggo.

Sofyan Hadi, pemuda milenial yang peduli terhadap kamajuan kota Santri Bumi Shalawat Nariyah ini mengungkapkan bahwa Belanda sebenarnya paham dengan potensi Situbondo. Pendirian pabrik gula itu juga untuk menyokong pengembangan bisnis kopi kawasan Gunung Ijen termasuk daerah Kayumas Situbondo. Tidak hanya tebu dan kopi, ada juga tembakau Kayumas, Mangga Situbondo dan yang lainnya.

“Saat ini, sejarah itu akan lenyap jika Situbondo sudah tidak lagi punya gairah untuk mengembangkannya,“ ujar ayah dua anak tersebut, Selasa (25/9/2018).

Menurutnya, kejayaan tersebut bisa diangkat kembali, misalnya dengan mengembangkan agrowisata heretic, apalagi Kabupaten Situbondo saat ini mendengungkan kujungan wisata 2019 untuk meraih kembali masa kejayaan Situbondo pada dua abad ini.

Masa keemasan Situbondo itu, kata Sofyan, seharusnya menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk melakukan terobosan baru yang inovatif sehingga punya daya saing dengan beberapa kabupaten tetangga. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Fathullah Uday
PenulisFathullah Uday Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia