Menikmati Santai di Cafe Metan, Kafe di Tengah Tempat Pembuangan Akhir
Ada kafe di tengah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Namanya, Cafe Metan.

BATU – Ada kafe di tengah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Namanya, Cafe Metan.
Kafe unik ini berada tepat di kawasan TPA Tlekung yang penuh dengan sampah. Lebih unik lagi, di tempat ini pengunjung kafe bisa memasak air atau pun makanan dengan menggunakan gas metan yang dihasilkan di bawah tumpukan sampah.
Mungkin ada yang mengira akan ada bau busuk sampah tercium saat makan di tempat ini.
Namun semua pikiran itu tidak bakal terjadi saat kita mampir di Cafe Metan ini. Hampir satu jam, Times Indonesia (www.timesindonesia.co.id) ngopi di tempat ini, sama sekali tidak tercium bau busuk sampah. Bahkan tidak terlihat lalat hinggap di meja.
Meskipun berada di tengah TPA, suasananya sangat asri dan teduh, lantaran banyak pepohonan rindang yang tumbuh di tempat ini.
“Tidak ada lalat karena kami kendalikan. Salah satunya begitu sampah datang langsung kami timbun dengan tanah. Kami memang menggunakan sanitary landfill,” ujar Kabid Kebersihan dan Pertamanan, Mawardi.
Tidak hanya itu, tidak jauh dari kafe ini akan dibuat kebun binatang mini, dimana hewan yang jinak akan ditempatkan di kebun binatang ini.
Saat ini upaya ini sudah dimulai dengan membangun sangkar burung merpati dan melarang menembak burung yang ada di kawasan TPA Tlekung.
Sayangnya Cafe Metan ini sementara tidak dibuka untuk umum, namun hanya dipergunakan untuk pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Ke depan bisa saja kami buka untuk umum, sekarang lebih kami pergunakan untuk edukasi bahwa gas metan yang ada bisa dipergunakan untuk kebutuhan memasak,” terang Mawardi.
Sebagai TPA di Kota Wisata, Mawardi mengatakan bahwa TPA Kota Batu bernuansa wisata, dimana bisa dikunjungi wisatawan yang ingin belajar pengelolaan sampah.
Setiap hari TPA Tlekung mendapatkan kiriman 80 ton sampah. Padahal menurut Mawardi, semestinya TPA Tlekung setiap hari mendapatkan kiriman 156 ton sampah, dengan asumsi setiap orang penduduk Kota Batu menghasilkan sampah sebanyak 0,27 liter.
“Masih banyak sampah yang belum terangkut sampai di TPA Tlekung, kita harus terus menggenjot kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Mawardi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


