Advertisement
Peristiwa Daerah

Petik Laut, Cak Nun: Lestarikan Budaya Indonesia

Indonesia negeri yang kaya raya, aneka budaya dan tradisi ada di dalamnya. Cak Nun mengajak rakyat harus melestarikan budaya dan tradisi Indonesia yang telah diwariskan para leluhur sejak Indonesia belum ada.

TIMES Indonesia,
Petik Laut, Cak Nun: Lestarikan Budaya Indonesia
Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam acara Sinau Bareng, dalam rangka Petik Laut, di Sendang Biru, Kabupaten Malang, Rabu (26/9/2018) (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Indonesia negeri yang kaya raya, aneka budaya dan tradisi ada di dalamnya. Cak Nun mengajak rakyat harus melestarikan budaya dan tradisi Indonesia yang telah diwariskan para leluhur sejak Indonesia belum ada.

Hal itu disampaikan Cak Nun dalam acara Sinau Bareng, dalam rangka Petik Laut, di Sendang Biru, Kabupaten Malang, Rabu (26'9/2018) siang.

Advertisement

Caknun.jpg
Cak Nun saat berdoa bersama dengan Jamah Maiyah dan masyarakat Nelayan Sendang Biru

Di depan ratusan warga yang hadir dalam acara tersebut, Cak Nun banyak mengulas soal budaya dan tradisi Indonesia yang banyak berkembang di masing-masing desa atau daerah. Seperti tradisi petik laut yang ada di Sendang Biru, yang digelar setiap tahun sekali.

"Mayoritas warga Sendang Biru adalah nelayan. Kerja melaut. Rejekinya banyak di laut. Hal itu harus disyukuri dan dinikmati," katanya.

Caknun-Emha.jpg
Cak Nun saat sinau bareng dengan Jamaah Maiyah dan masyarakat Sendang Biru dalam

Masyarakatnya damai, aman dan tentram.  Di Kecamatan Sendang Biru, juga sudah lama terbangun sikap toleransi cukup tinggi antar sesama. Banyak gereja, masjid dan tempat ibadah lainnya, tapi masyarakatnya tetap rukun, aman dan damai.

Advertisement

"Ini mahal harganya. Itulah Indonesia yang sebenarnya. Jangan salah memahami Indonesia. Jawa itu Indonesia, Indonesia itu Jawa, Madura, Papau, dan lainnya. Jangan bilang Indonesia itu bukan Jawa, bukan Madura, bukan Batak dan lainnya. Tapi sebaliknya. Jawa, Madura, Batak dan lainnya, itulah Indonesia. Aneka ragam budaya, etnis, agama dan bahasa. Indonesia itu milik semua," beber Cak Nun.

Caknun-Emha-2.jpg
Cak Nun didampingi Geng Wahyudi saat sinau bareng dengan Jamaah Maiyah dan masyarakat Sendang Biru dalam

Cak Nun juga banyak mengupas soal rakyat Indonesia tidak usah menyalahkan satu sama lainnya. Apalagi mencela agama lainnya. "Orang mau memeluk agama apa saja, bukan urusan kita. Tapi itu urusan individu masing-masing manusianya. Tapi, bagaimana kita terus berbuat baik dan menghargai antar sesama," jelasnya.

Rasa atau sikap iri dan dengki antar sesama, harus dibuang. "Jangan mencuri harta orang lain, jangan membunuh nyawa orang lain, tapi berbuat baiklah kepada siapapun," pesan Cak Nun.

Caknun-2.jpg
Cak Nun didampingi Geng Wahyudi saat berdoa bersama dalam acara sinau bareng dengan Jamaah Maiyah dan masyarakat Sendang Biru dalam

Dalam acara petik laut itu, warga yang hadir diajak sinau bersama, ada dialog dan baca shalawat bersama diiringi musik Kiai Kanjeng. Cak Nun juga  berpesan, untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan agama.

"Amerika jangan jajah Indonesia. Kami lebih tahu dan santun dari anda. Kami kaya akan tradisi dan budaya. Jangan rusak Indonesia. Karenanya, terus lestarikan budaya dan tradisi Indonesia," kata Cak Nun.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia