Batik Lamongan Mampu Tembus Pasar Luar Negeri
Batik merupakan warisan budaya Indonesia, yang keberadaannya hingga kini terus dijaga.

LAMONGAN – Batik merupakan warisan budaya Indonesia, yang keberadaannya hingga kini terus dijaga. Di Kabupten Lamongan, Jawa Timur, ada ratusan pembatik yang hingga saat ini selalu tekun untuk melakoni profesinya sebagai pembatik untuk melestarikan batik. hingga ke pasar luar negeri.
"Batik yang sudah internasional sebenarnya banyak, saya mencontohkan seperti kemarin batik kontemporer yang batik bandeng lele itu sudah ke Itali dalam event kontes untuk Fashion show yang dipesan oleh desainer," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, Selasa (2/10/2018).

Selain ke Itali, Anang meyebut batik hasil dari desainer Eko Budi Kurniadji ini sebelumnya juga pernah dibawa ke Jerman dan New Zealand.
Kemudian, kata Anang juga ada batik Mbah Guru asal Desa Jugo, Kecamatan Maduran Lamongan yang juga berhasil menembus pasar Luar Negeri.
"Batik Mbah Guru juga sampai tembus Amerika, ini tentunya juga salah satu contoh beberapa pembatik maupun produk batik kita yang sampai tembus ke Luar Negeri," ucap Anang.
Anang pun berharap keberhasilan sejumlah pembatik Lamongan yang berhasil menembus pasar luar negeri itu dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi pembatik Lamongan yang lain.
"Hari ini juga taanggal 2 Oktober merupakan hari batik nasional juga bisa menjadi tolak ukur ataupun pertanda buat teman-teman pembatik di Lamongan untuk termotivasi bagaimana produk batiknya itu dengan berbagai motif terutama motif khas bandeng lele agar tidak hanya contoh itu tadi tapi semuanya bisa keluar Negeri," tuturnya.
Apalagi, sambung Anang, Kabupaten Lamongan memiliki banyak potensi batik yang masih belum terekspos.
"Diberbagai kecamatan itu mungkin hampir ada motif-motif tertentu yang beda dengan motif dari Kecamatan lain yang belum kita eksplor," ucapnya.
Oleh karena itu, Anang menuturkan Diskopum Lamongan akan terus mendorong pengerajin batik tulis Lamongan untuk lebih baik lagi dalam meningkatkan produk batiknya agar bisa berdaya saing baik di tingkat dalam negeri mapun di luar negeri.
"Kita terus mendorong agar pembatik ini lebih baik lagi, kita bantu untuk mempublis agar orang tahu, juga bagaimana pewarnaanya, motifnya dan marketingnya kita bantu," tutur Anang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


