Ponpes Salafiyah Syafiiyah Situbondo Buat Kaligrafi Raksasa Deklarasi Pancasila
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur terasa istimewa. Ini karena para santri akan berupaya membuat kaligrafi terbesar mengenai Deklarasi tentang Hubungan Pancasila d

SITUBONDO – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur terasa istimewa. Ini karena para santri akan berupaya membuat kaligrafi terbesar mengenai Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam.
Deklarasi ini akan dicatatkan di Museum Rekor Indonesia (Muri) yakni penulisan kaligrafi terbesar.
Selain itu, akan ada Seminar Nasional dengan mengusung tema Reaktualisasi Resolusi Jihad dalam Mempertahankan NKRI. Kemudian ada kirab budaya dan pementasan seni, dan semacamnya.
Pemilihan kaligrafi itu karena Pondok Sukorejo memiliki sejarah tersendiri bagi lahirnya deklarasi tentang hubungan Pancasila dengan Islam. Deklarasi tersebut, merupakan keputusan Munas NU di Pondok Sukorejo pada tanggal 16 Rabiul Awal 1404/21 Desember 1983.
Deklarasi tentang hubungan Pancasila dengan Islam masih relevan hingga sekarang, terutama untuk menghadapi tantangan dari kalangan Islam transnasional.
Deklarasi tersebut merupakan fakta sejarah bahwa NU menerima Pancasila.
Apalagi bagi santri Sukorejo. Di setiap asrama Pondok Sukorejo selalu dipasang kaligrafi Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam.
Pondok Sukorejo mengingatkan, agar kita berpegang teguh pada hasil keputusan Munas tersebut. Karena itu, pada kegiatan Hari Santri 22 Oktober, akan dipamerkan Rekor Muri Kaligrafi Tulisan Arab Terbesar yang berisi deklarasi tentang hubungan Pancasila dengan Islam. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


