Advertisement
Peristiwa Daerah

Upacara Adat Labuhan Ngliyep Digelar Selama Tujuh Hari

Upacara adat Labuhan Gunung Kombang di Pantai Ngliyep, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur akan digelar selama tujuh hari.

TIMES Indonesia,
Upacara Adat Labuhan Ngliyep Digelar Selama Tujuh Hari
ILUSTRASi: Upacara Adat Labuhan Ngliyep. (FOTO: budayajawa)
A-AA+

MALANG Upacara adat Labuhan Gunung Kombang di Pantai Ngliyep, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur akan digelar selama tujuh hari.

Direktur Utama PD Jasa Yasa, Faiz Wildan kepada TIMES Indonesia mengatakan,  rangkaian kegiatan adat ini dimulai pada Minggu (18/11/2018) hari ini hingga puncaknya pada Minggu (25/11/2018) nanti. 

Advertisement

"Beberapa acara telah kami siapkan,  misalnya akan ada festival kotek lesung,  atraksi reog, komunitas lovebird, live musik dan masih banyak hiburan lainnya," kata Wildan, Minggu (18/11/2018) pagi. 

Upacara adat labuhan sendiri, sebagai acara utama akan mulai dilakukan pada tanggal 22-23 November 2018. Selain akan melakukan larung sesaji ke Samudera Indonesia juga akan digelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon "Darmo Mulati" oleh dalang Ki Sundoko dari Blitar. Bintang tamunya Yudho, Endik dan Erni. 

Setelah itu akan ada pula acara Ngopi bareng Pelawak Pak De Topan.

"Semuanya sudah tersusun rapi dan kami siap menggelarnya. Makanya monggo masyarakat rawuh (datang) ke pantai Ngliyep mulai hari ini agar tidak ketinggalan rangkaian upacara adat sekaligus sebagai tujuan wisata ini," tambah Wildan. 

Pantai Ngliyep yang berada di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, sekitar 80 km di selatan kota Malang  setiap bulan maulud memang mengadakan upacara labuhan, yakni upacara persembahan kepada penguasa gaib laut selatan, Kanjeng Ratu Kidul atau Nyai Roro Kidul.

Advertisement

Tradisi Labuhan Gunung Kombang di Pantai Ngliyep ini sudah berlangsung ratusan tahun yakni mulai tahun 1816. Bagi masyarakat Desa Kedungsalam adat ini merupakan ungkapan rasa syukur atas diberikannya keselamatan dan sebagai bentuk tradisi persembahan kepada Nyai Roro Kidul, penguasa laut selatan yang dimitoskan oleh masyarakat pendukungnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia