Peristiwa Daerah

PKHI: Hypnosis Itu Seni, Bukan Magic dan Supranatural

Minggu, 18 November 2018 - 21:35 | 150.87k
Pengurus PKHI tengah merayakan hari jadinya yang ke-4 di Mataram. Mereka ingin meluruskan bahwa hypnosis bukan kegiatan magic dan supranatural. (FOTO: PKHI for TIMES Indonesia
Pengurus PKHI tengah merayakan hari jadinya yang ke-4 di Mataram. Mereka ingin meluruskan bahwa hypnosis bukan kegiatan magic dan supranatural. (FOTO: PKHI for TIMES Indonesia
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, MATARAMPKHI (Perkumpulan Komunitas Hypnotis Indonesia ) ingin meluruskan keberadaannya di saat menyambut hari jadinya yang ke-4, Senin, 19 November 2018.

Ketua PKHI Lombok, dr. H. Lalu. Hamzi Fikri, MM. MARS mengakui selama ini banyak orang menyalahpersepsikan keberadaan hypnotis. "Mengapa?" tanya direktur RSUD Provinsi NTB ini.

Advertisement

Lantaran masyarakat belum mengenal betul apa yang dimaksud hypnotis tersebut. Karena itu, dalam tema hari jadinya kali ini, pihaknya ingin memaparkan via media khususnya melalui pembaca TIMES Indonesia.

HUT-PKHI-a.jpg

Menurut Fikri, pihaknya sengaja mengambil tema HUT kali ini dengan tajuk: Hypnosis is Art. "Hypnotis itu seni. Kita ingin menghilangkan persepsi atau image bahwa hypnotis bujan berbau hal hal yang negatif," tegasnya.

Ia mengakui penafsiran yang keliru itu hanya ada di kalangan oknum. "Orang namanya punya ilmu bisa saja digunakan hal yang salah," jelasnya.

Ia menganalogikan sebilah pisau. Bahwa, pisau itu bisa digunakan untuk hal yang negatif dan positif. 

"Pisau kalau digunakan positif bisa untuk memotong buah buahan atau bawang, dan sebagainya. Tapi kalau pisau itu dibuat kejahatan, ya, itu bisa dilakukan oleh oknum yang membuat pisau menjadi negatif fungsinya," jelasnya.

Menurut Fikri, hypnosis itu ilmunya. Sedangkan hypnotis itu orang yang melakukan hypnosis.

HUT-PKHI-b.jpg

"Jadi kita ingin menghilangkan persepsi bahwa hypnotis itu tidak ada hubungannya dengan supranatural, magic, dan hal hal yang selama ini dipersepsikan itu.

PHKI, menurut dia, ingin mengubah persepsi bahwa hynosis itu seni. Yaitu seni berkomunikasi. "Hypnosis itu seni untuk berkomunikasi fikiran di bawah sadar," tegasnya.

Menurut dia, karunia Tuhan itu ada yang namanya otak sadar dan otak bawah sadar. Ada alam sadar atau alam bawah sadar. 

"Antara alam sadar dan bawah sadar itu dilapisi filter mental. Nah, filter mental ini by design oleh hynotherapis. Hal itu dilakukan penembusan filter mental untuk membantu seorang klien menyelesaikan persoalannya sendiri dan dibantu oleh hynoterapis," tegasnya.

Orang yang terhypnosis atau mengalami hypnosis yang dalam itu, kata dia, sesungguhnya terjadi pergeseran gelombang otak dari beta, alfa sampai ke teta. 

"Para hynoterapis atau hypnotis itu bekerja pada kondisi filter mental  bawah sadar yang ada pada gelombang alfa. Kemudian yang sifatnya rasional," jelas Fikri.

Tapi, imbuhnya, di luar otak sadar di situ ada emosional, ada long time memori, beside sistem. Dan, manusia lebih dominasi menggunakan otak bawah sadarnya dalam mempersepsikan sesuatu.

Hanya 12 persen, menurut dia seseorang menggunakan otak sadar. Selebihnya  menggunakan otak bawah sadar 88 persen.

Sebagai contohnya,"Ketika kita mempersepsikan sesuatu apa yang kita lihat itu menggunakan persepsi yang sumbernya dari bawah sadar. Banyak kasus kasus yang kita bantu dengan hypnosis ini," jelas Fikri.

Misalnya kasus trauma atau phobia dan kasus yang sifatnya psikomatis dan gangguan psikologis, menurutnya, walaupun badannya sehat tapi orang tersebut secara psikologis sakit.

Contoh lainnya, orang mengalami gangguan lambung yang berulang ulang. Itu disebabkan kecemasan yang berlebihan. "Nah, hypnotis ini membantu mengurangi orang yang mengalami kecemasan. Atau menghilangkan kecemasannya karena kita bekerjanya di otak bawah sadar. Yang 88 persen itu."

Karena itu,  PKHI ini lebih dikenal masyarakat sifatnya adalah membantu atau menolong orang yang mengalami gangguan psikis atau kejiwaan. Dan, para terapisnya harus terlatih dan bersertifikat.

Para terapis ini sudah diterjunkan untuk membantu korban bencana alam. Seperti gempa di Lombok, Palu dan daerah lainnya dengan kegiatan Trauma Healing. Terutama pada anak anak.

Lembaga PKHI ini adalah lembaga yang mewadahi untuk pelatihan yang bersertfikat dan diakui perundang undangan seperti Kemenkumham. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Mataram

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES