Advertisement
Peristiwa Daerah

BPCB Trowulan Temukan Candi di Songgokerto

Tim esvakasi Balai Pelestarian Cagar Budaya akhirnya memastikan menemukan bangunan candi di Punden Rondo Kuning. Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu.

TIMES Indonesia,
BPCB Trowulan Temukan Candi di Songgokerto
Beberapa struktur bangunan candi, gentong dan padma alas arca ditemukan di Punden Rondo Kuning, Dusun Krajan, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu. (Foto: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Beberapa hari melakukan penggalian di Punden Rondo Kuning, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Tim esvakasi Balai Pelestarian Cagar Budaya akhirnya memastikan menemukan bangunan candi.

Selain menemukan struktur bangunan candi yang terbuat dari batu bata kuno era pra Kerajaan Majapahit, tim juga menemukan batu andesit candi, cekukakan pedestal berbentuk padma yang biasanya dipergunakan untuk alas arca dan gentong yang terbuat dari tembikar.

Advertisement

Ketua Tim penggalian BPCB, Wicaksono Dwi Nugroho memberikan rekomendasi untuk perlindungan situs purbakala yang ditemukan di bawah Punden Rondo Kuning ini.

Struktur-Candi-Gentong-a.jpg

“Kami nyatakan lokasi ini sebagai situs purbakala, Punden Rondo Kuning ini terbukti ditemukan adanya peninggalan arkeologi berupa sisa bangunan candi dan insitunya memang disini, bukan dari tempat lain,” ujar Wicaksono kepada TIMES Indonesia.

Ia berharap temuan ini segera ditindaklanjuti oleh Pemkot Batu untuk dijadikan cagar budaya tingkat kota.

Rekomendasi ini perlu adanya kajian dan tindakan pelestarian lanjutan, yang dilakukan sinergi BPCB Trowulan, Dinas Pariwisata Kota Batu dan Kelurahan Songgokerto.

Advertisement

“Harus ada pemagaran dan memasang atap untuk melindungi temuan,” ujar Wicaksono.

Struktur-Candi-Gentong-b.jpg

Melihat struktur bangunan dan pengerasan tanah, tim menduga ukuran candi yang ditemukan seluas 5x4 meter atau seukuran Candi Songgoriti (diluar mandapa, selasar terbuka candi).

Selama masa penggalian tim membuat 8 test pit (lubang uji). Struktur pertama ditemukan di test pit (TP)1 dan 2. Pada kedua lubang ini ditemukan indikasi konsentrasi batu bata dan batu.

“Pada TP 2, kita temukan tumpukan batu bata yang kita duga adalah badan candi yang ambruk karena terdesak akar pohon,” ujar Wicaksono.

Struktur bangunan candi ini sudah ditemukan dikedalaman 15 centimeter hingga kedalaman 30 centimeter.

Pada tiga lubang terlihat ada sebaran batu dan bata melintang arah Utara Selatan sepanjang 5 meter. Material yang sama juga ditemukan di sepanjang sebaran arah Barat ke Timur sepanjang 4 meter.

Struktur-Candi-Gentong-c.jpg

“Kita menemukan lima lapisan batu bata mengarah ke Utara Selatan kita duga struktur pondasi candi dan bagian kulit candi ditata menggunakan batu andesit,” kata Wicaksono.

Tim juga menemukan profil fragmen yang terbuat dari batu, dikuatkan dengan temuan pedestal yang digunakan alas arca.

Indikasi candi semakin menguat, saat tim menemukan sebaran lapisan pengerasan kapur yang diduga merupakan halaman candi. “Arah Candi yang belum ketemu, yang pasti kalau tidak dari Barat ya dari arah Timur, karena tidak mungkin dari arah Selatan atau Utara,” ujarnya.

Dilihat dari material batu bata yang ditemukan, material ini memiliki ketebalan 7 hingga 9 centimeter, lebar 16 hingga 17 centimeter dengan panjang 38 centimeter. “Kemungkinan dari Ciri-ciri itu candi ini dibangun di masa Kediri atau Majapahit,” ujarnya.

Struktur-Candi-Gentong-d.jpg

Sementara Widya, Arkeolog Dinas Pariwisata mengungkapkan bahwa temuan ini adalah kegembiraan bagi warga Batu, karena menambah data sejarah.

Jika selama ini di Kota Batu diketahui hanya ada satu candi saja, ternyata ada dua candi yang pernah dibangun di kota wisata ini.

“Bekas galian ini tidak akan kita tutup, tapi kita biarkan terbuka untuk Museum terbuka, kita hanya akan memasang atap dan pagar pelindung sambil merencanakan penggalian tahap lanjutan,” ujar Widya terkait penemua candi oleh Tim esvakasi Balai Pelestarian Cagar Budaya di situs Punden Rondo Kuning, Kota Batu. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Dhani Rahman
PenulisMuhammad Dhani RahmanPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia