Advertisement
Peristiwa Daerah

Tiga Tahun Isom Jadi Pemburu Kelabang, Hasilnya Wow Banget!

Lipan atau yang biasa disebut kelabang merupakan hewan berbisa yang dapat menyebabkan bengkak jika terkena gigitan atau sengatannya. Tapi nampaknya hal itu bukan menjadi masalah berarti bagi pemburu kelabang, sebab dapat menghasilkan pendapatan yang lumay

TIMES Indonesia,
Tiga Tahun Isom Jadi Pemburu Kelabang, Hasilnya Wow Banget!
Isyom Basuni, menyusuri area persawahan untuk berburu kelabang, (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN Lipan atau yang biasa disebut kelabang merupakan hewan berbisa yang dapat menyebabkan bengkak jika terkena gigitan atau sengatannya. Tapi nampaknya hal itu bukan menjadi masalah berarti bagi pemburu kelabang, sebab dapat menghasilkan pendapatan yang lumayan.

Seperti yang dilakukan oleh Isyom Basuni, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Hampir setiap malam dirinya menyusuri area persawahan untuk berburu kelabang, tanpa takut terkena sengatan sang hewan buruan.

Advertisement

"Sudah 3 tahun terakhir, tapi cuma saat musim hujan," kata Isom kepada TIMES Indonesia, Sabtu (15/12/2018).

pemburu-kelabang..jpg

Hanya berbekal alat yang sangat sederhana, yakni sumpit panjang untuk menangkap kelabang dan senter kepala untuk penerangan, Isyom memulai berburu hewan yang lebih banyak beraktivitas di malam hari (nokturnal) tersebut.

Ia pun tak lupa membawa kaleng berisi air yang dicampur deterjen sebagai wadah, sekaligus untuk mematikan kelabang yang sudah ditangkap.

"Setelah hujan lebih banyak yang keluar dari sarangnya, biasanya keluar dari sela tanah, tumpukan daun dan ranting," ujar pria yang juga memiliki usaha penggilingan padi ini.

Advertisement

Biasanya Isyom berburu mulai pukul delapan hingga pukul sebelas malam. Dalam sekali berburu, Ia mengaku dapat mengumpulkan hingga 50 ekor kelabang.

pemburu-kelabang...jpg

"Paling sedikit 25-30 ekor, kalau lagi banyak bisa sampai 50 ekor," tuturnya.

Binatang yang memiliki nama lain Centipede ini, kata Isyom, memiliki harga jual yang cukup tinggi di tingkat pengepul, yakni Rp 3.100 untuk kelabang berukuran sebesar jari kelingking orang dewasa.

"Per ekor Rp 3100, lumayan mas, untuk tambahan penghasilan," ucap Isyom.

Lebih lanjut Isyom mengatakan, dari tangan pengepul, binatang yang memiliki sepasang kaki disetiap ruas dalam tubuhnya itu di jual lagi ke China untuk bahan ramuan obat.

"Katanya kelabang itu dijual ke China, untuk ramuan obat," kata pria yang sudah 3 tahun belakangan menjadi pemburu kelabang ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

MFA Rohmatillah
PenulisMFA Rohmatillah Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia