Akibat Pendangkalan, Pelabuhan Sedayulawas Ditinggalkan Kapal Besar
Pelabuhan Sedayulawas yang ada di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, kini mulai ditinggalkan kapal-kapal besar. Diduga terjadi pendangkalan di sekitar wilayah pelabuhan itu.

LAMONGAN – Pelabuhan Sedayulawas yang ada di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, kini mulai ditinggalkan kapal-kapal besar. Diduga terjadi pendangkalan di sekitar wilayah pelabuhan itu.
Padahal sebelumnya, pelabuhan tertua di Lamongan ini dikenal sebagai pelabuhan yang menjadi tempat kapal-kapal besar untuk melakukan bongkar muat barang.
"Puluhan tahun sebelumnya, pelabuhan ini menjadi primadona para nahkoda untuk sandarkan kapal-kapal besarnya untuk bongkar muat barang. Sekarang kapal besar beralih ke Gresik," kata Kasatpolair Lamongan, Iptu Winardi kepada wartawan, Rabu (16/01/2019).
Menurut Winardi, kapal-kapal tersebut meninggalkan Pelabuhan Sedayulawas karena diduga mengalami pendangkalan yang cukup tinggi. "Jalurnya mengalami sedimentasi yang cukup parah akibat endapan lumpur yang dibawa arus deras air dari sudetan Bengawan Solo," tuturnya.
Lebih lanjut Winardi mengatakan, perlu segera ada penanganan serius untuk menormalisasi jalur yang ada di Utara jembatan Sedayu hingga radius hampir 1 kilometer sampai bibir laut.
"Normalisasi itu solusinya. Bahkan perahu klotokpun tidak akan bisa sandar kalau dibiarkan. Dan Pelabuhan Sedayulawas akan selalu bermasalah dengan pendangkalan karena menjadi salah satu muara Sungai Bengawan Solo, sehingga tidak menguntungkan lagi," ucapnya.
Dulu, kata Winardi, dalam sehari rata-rata ada 100 kapal besar yang memilih aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Sedayulawas.
Namun kondisi itu tidak bisa lagi dilihat sejak 2014 sampai sekarang, tinggal kapal-kapal kecil yang sandar bongkar muat minuman kemasan, yang jumlahnya tidak lebih dari 10 unit kapal klotok perbulan.
"Kedalaman semula mencapai 5 meter, saat ini hanya tinggal sekitar 1 meter. Bahkan sedimentasi itu lebih tinggi dari permukaan air laut saat pasang," kata Winardi, terkait pendangkalan di Pelabuhan Sedayulawas. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


