Advertisement
Peristiwa Daerah

Lima PAC Pagar Nusa Ikuti UKT Gabungan di Purwoharjo Banyuwangi

Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) gabungan kembali digelar oleh Pagar Nusa. Kali ini diselenggaraan oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Purwoharjo, Banyuwangi.

TIMES Indonesia,
Lima PAC Pagar Nusa Ikuti UKT Gabungan di Purwoharjo Banyuwangi
Para pendekar Pagar Nusa ikuti UKT (Foto : Rizki Alfian/TIMESIndonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) gabungan kembali digelar oleh Pagar Nusa. Kali ini diselenggaraan oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Purwoharjo, Banyuwangi.

Peserta yang mengikuti UKT ini berasal dari lima PAC, diantaranya Bangorejo, Siliragung, Srono, Unit Sragi Songgon dan Purwoharjo. Total peserta yang ikut sebanyak 93 orang.

Advertisement

"Dari jumlah itu masing-masing menempuh Sabuk Polos sebanyak 48 orang, Sabuk Putih 11 orang, Sabuk Kuning 18 orang dan Sabuk Merah 14 orang," ungkap Ketua PAC Pagar Nusa Purwoharjo, Mohamad Ismail, Selasa (29/1/19).

Pagar-Nusa.jpg

Ismail mengatakan, UKT adalah jenjang di mana seorang pendekar atau pesilat menempuh tingkatan sabuk yang lebih tinggi. Tujuannya untuk mengevaluasi hasil latihan pencak silat serta menguatkan mental dan spritual para peserta.

Sejumlah tamu undangan tampak hadir dalam acara tersebut, mulai dari Dewan Khos Pagar Nusa Kiai Raden Tubagus Abdul Halim Al Khowwas, Ketua Umum Pagar Nusa Cabang Banyuwangi H. Susyanto, Ketua MWC NU Purwoharjo Imam Djajuli, Kepala Desa Purwoharjo, hingga para sesepuh Pagar Nusa Banyuwangi.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Purwoharjo, Imam Djajuli mengapresiasi perkembangan Pagar Nusa Banyuwangi. Dia menjelaskan kaderisasi anggota harus terus dilakukan karena Pagar Nusa merupakan benteng dari Ulama, NU dan Bangsa Indonesia.

Advertisement

“Kami berharap para pendekar Pagar Nusa menerapkan ilmu padi, semakin berisi maka semakin menunduk,” ungkap Imam Djajuli saat memberikan sambutan UKT di Balai Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo.

Pagar-Nusa-B.jpg

Sementara itu Ketua Umum Pagar Nusa Cabang Banyuwangi, H. Susyanto mengingatkan, agar para pendekar Pagar Nusa mempunyai sikap tawadu’.

Selain itu, bisa menjaga kerukunan, khususnya dengan organisasi pencak silat lain. Sebab Pagar Nusa mempunyai latar belakang dari kalangan santri pondok pesantren. “Musuh kita bersama adalah radikalisme. Jadi kita harus bersatu untuk memberantas paham yang dapat memecah belah bangsa dan merongrong NKRI,” ucap Ketum Ketua Umum Pagar Nusa Cabang Banyuwangi ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizki Alfian
PenulisRizki Alfian Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia