Advertisement
Peristiwa Daerah

Hama Tikus Serang Tanaman Padi di Pamekasan

Sejumlah petani padi di Kabupaten Pamekasan mengeluh karena banyak hama yang sering menyerang tanaman padi mereka. Serangan hama berupa tikus dan burung.

TIMES Indonesia,
Hama Tikus Serang Tanaman Padi di Pamekasan
Seorang petani di Pamekasan mengawasi tanaman padinya yang rentan diserang hama, seperti tikus dan burung. (FOTO: Akhmad Syafii/TIMES Indonesia)
A-AA+

PAMEKASAN Sejumlah petani padi di Kabupaten Pamekasan mengeluh karena banyak hama yang sering menyerang tanaman padi mereka. Serangan hama berupa tikus dan burung.

"Sekarang budidaya tanaman padi, punya saya banyak yang mati akibat ancaman hama tikus yang sering merusak," ungkap Misti (60) petani padi asal Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Sabtu (2/2/2019). 

Advertisement

Hama tikus menyerang tanaman padi dari mulai masih menjadi bibit hingga tanaman memasuki masa pengisian bulir. Tikus aktif menyerang padi pada malam hari, dan pada siang hari tikus bersembunyi di lubang pada tanggul irigasi, pematang sawah, pekarangan, semak-semak, atau gulma. 

"Kerusakan yang ditimbulkan tikus akan sangat merugikan petani padi. Pada kondisi terparah serangan hama tikus bisa mengakibatkan tanaman padi gagal panen," imbuh wanita paruh baya tersebut.

Selain, itu padi juga di serang hama burung. Biasanya, buah tanaman padi dimakan pada fase masak susu sampai padi panen. 

"Burung akan memakan langsung bulir padi yang sedang menguning, sehingga menyebabkan kehilangan hasil secara langsung. Selain itu burung juga mengakibatkan patahnya malai padi," ungkapnya.

Pengendalian hama burung, biasanya cara pengusiran dengan membuat ajir berwarna merah di sekitar sawah, atau dengan menggunakan tali-tali yang digantungi kaleng atau plastik, untuk membuat suara yang dapat mengusir burung. 

Advertisement

"Kadang saya mengusir burung sampai tiga kali hingga empat kali dalam sehari," kata Misti serangan hama tikus dan burung yang menyerang tanaman padi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisAkhmad Syafii (MG-78) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia