Advertisement
Peristiwa Daerah

Penghargaan Petarung Kehidupan, Kuli Angkut Hingga Pegawai PBM Dapat Apresiasi

Pekerja sektor informal di Pasar Besar Madiun (PBM) untuk kali pertama dapat penghargaan. Pemberian penghargaan diberikan oleh Komunitas Petarung Kehidupan Madiun. Mereka yang mendapat penghargaan di antaranya pekerja pasar,  juru parkir teladan, pedagang

TIMES Indonesia,
Penghargaan Petarung Kehidupan, Kuli Angkut Hingga Pegawai PBM Dapat Apresiasi
Para pekerja dan pelaku aktivitas PBM bersama aktivis Komunitas Petarung Kehidupan usai pemberian penghargaan. (FOTO: Yupi Apridayani/TIMES Indonesia)
A-AA+

MADIUN Pekerja sektor informal di Pasar Besar Madiun (PBM) untuk kali pertama dapat penghargaan. Pemberian penghargaan diberikan oleh Komunitas Petarung Kehidupan Madiun. Mereka yang mendapat penghargaan di antaranya pekerja pasar,  juru parkir teladan, pedagang ojokan tertua, pemilik warung tertua dan pegawai pasar tertua.

"Ini bentuk empati dan apresiasi kepada teman-teman pekerja dan pelaku aktivitas yang sudah puluhan tahun bekerja PBM," ujar Joko Bambang Setyono Ketua Komunitas Petarung Kehidupan saat penyerahan Penghargaan Petarung Kehidupan di areal parkir PBM, Rabu (13/2/2019).

Advertisement

Pemberian penghargaan diharapkan dapat memberikan semangat dan memperkuat solidaritas di antara para pekerja dan pelaku aktivitas di PBM. Serta sebagai bentuk apresiasi atas kesetiaan mereka terhadap pekerjaannya. 

"Petarung kehidupan itu artinya bukan fisik. Tetapi lebih pada kesetiaan dan penghargaan terhadap pekerjaan yang sudah dipilih," ungkap Herutomo, Koordinator Jaringan Pekerja Budaya Madiun yang ikut menggagas kegiatan tersebut. 

Para penerima penghargaan mengaku senang mendapat penghargaan  Petarung Kehidupan. Salah satunya Suhartono yang bekerja sebagai kuli angkut.  Dia tidak mengira pekerjaan yang sudah ditekuni sejak 1990 itu mendapat apresiasi.

"Rezeki saya memang dari kuli angkut. Ternyata ada juga yang menghargai pekerjaan saya ini," ujarnya usai menerima piagam dan reward.

Acara pemberian penghargaan yang dikemas sederhana itu juga dihadiri berbagai kalangan. Di antaranya, Kepala Disperindag Kota Madiun, Kapolsek Taman, sejumlah pengusaha  muda yang menjadi donatur kegiatan serta aktivis Jaringan Pekerja Budaya Madiun termasuk seniman dan budayawan Harry Tjahjono. 

Advertisement

"Ini adalah suatu awal dan komitmen teman-teman jaringan pekerja budaya untuk melakukan segala sesuatu dengan jalan budaya. Jalan budaya itu anti kekerasan dan mengedepankan dialog" ujar Harry Tjahjono.

Selain Penghargaan Petarung Kehidupan kepada pekerja dan pelaku aktivis di PBM, Komunitas Petarung Kehidupan Madiun juga menyalurkan santunan untuk siswa SLB. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia