Advertisement
Peristiwa Daerah

Sebelum Meninggal di Spanyol, Dina Utarakan Keinginannya Kuliah S2 di Inggris

Duka mendalam menyelimuti pasangan Moh Ihsan, Mpd (53) dan Dra Siti Muawanah (50), warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Putri sulung mereka, Nuriyanti Dina Kamiliya (22) meninggal dunia ketika sedang menempuh pendi

TIMES Indonesia,
Sebelum Meninggal di Spanyol, Dina Utarakan Keinginannya Kuliah S2 di Inggris
Almarhumah Nuriyanti Dina Kamiliya. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

BANGKALAN Duka mendalam menyelimuti pasangan Moh Ihsan, Mpd (53) dan Dra Siti Muawanah (50), warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Putri sulung mereka, Nuriyanti Dina Kamiliya (22) meninggal dunia ketika sedang menempuh pendidikan di Universitas Murcia, Spanyol.

"Lima hari sebelum sakit, Dina telepon saya bilang kangen, dan mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan kuliah S2 di Inggris," ucap Siti Muawanah, Selasa (26/2/2019).

Advertisement

Almarhumah Dina, merupakan mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia terpilih sebagai delegasi pertukaran pelajar melalui beasiswa program Erasmus Mundus. "Program beasiswanya selama enam bulan, Dina berangkat ke Spanyol akhir Agustus 2018," ucapnya sedih.

Dina yang masuk UMM sejak 2014, dikenal sebagai mahasiswi yang berprestasi di bidang akademik dan non akademik. Sejumlah prestasi yang telah diraih, mengantarkan almarhumah berkesempatan mengenyam pendidikan di Eropa. "Dia memang konsentrasi di jurusan Bahasa Inggris, gak mau yang lain," kenang Siti Muawanah.

Alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Jombang itu, menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Vingin Spanyol, Jumat 8 Februari 2019. Dina mengalami sesak nafas karena faktor penyakit pneumonia atau infeksi paru-paru. "Almarhumah masuk rumah sakit sejak 1 Februari 2019," tuturnya.

Siti Muawanah menjalin komunikasi terakhir kalinya pada Selasa 29 Januari 2019. Saat itu, almarhumah meminta dikirim uang untuk membeli tiket kepulangan ke Indonesia, karena almarhumah tidak memegang mata uang rupiah.

"Setelah itu, telepon anak saya tidak bisa dihubungi lagi. Saya berulang kali mencoba tapi tidak bisa," katanya sambil bercucuran air mata.

Advertisement

Usaha Siti Muawanah akhirnya membuahkan hasil, sambungan selulernya terhubung pada, Jumat 1 Februari 2019. Namun, alangkah terkejutnya ketika teman almarhumah menyampaikan jika putrinya tengah dirawat di rumah sakit. "Saya langsung menangis begitu menerima kabar Dina dirawat di rumah sakit," jelasnya.

Seminggu kemudian, nyawa Dina tak tertolong. Kabar meninggalnya almarhumah membuat Siti Muawanah sangat terpukul. Jenazah Dina akhirnya tiba di kampung halaman, Senin 25 Februari 2019 kemarin, setelah diterbangkan dari Spanyol, Sabtu 23 Februari 2019.

"Dina anak yang baik, tidak pernah membuat kami repot. Saat sakitpun dia tidak pernah bilang, karena takut kami khawatir," ujarnya, ketika ditemui di kediamannya, di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Doni Heriyanto
PenulisDoni Heriyanto Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia