Gus Ali Ahmad Dukung Peningkatan Status Bandara Abdul Rachman Saleh Menjadi Bandara Internasional
Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memasukkan program peningkatan status Bandara Abdul Rachman Saleh menjadi Bandara Internasional dan melanjutkan proyek jalur lintas selatan (JLS) dalam program prioritas 5 tahun ke depan, mendapat apresiasi da

MALANG – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memasukkan program peningkatan status Bandara Abdul Rachman Saleh menjadi Bandara Internasional dan melanjutkan proyek jalur lintas selatan (JLS) dalam program prioritas 5 tahun ke depan, mendapat apresiasi dari inisiator Malang Raya, The Little Indonesia, H Ali Ahmad (Gus Ali Ahmad).
Sebelumnya kata Gus Ali Ahmad, dalam agenda kunjungan ke Malang Raya akhir pekan lalu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa pihaknya telah berkirim surat kepada Kementerian Perhubungan RI untuk mendorong peningkatan status Bandara yang terletak di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tersebut.
“Saat itu Bapak Wagub Jatim Emil juga mengatakan bahwa izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) pun telah dikantongi untuk bisa melanjutkan proyek JLS dari pantai Balekambang menuju Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo,” ujar Gus Ali Ahmad kepada TIMES Indonesia, Rabu (27/2/2019).
Selanjutnya, dia berharap agar ada percepatan untuk merealisasikan program tersebut. Pembina Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Malang Raya itu menyebut, rencana kenaikan status Bandara Abdul Rachman Saleh dinilai penting untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke wilayah Malang Raya.
“Bidang pariwsata tentunya menjadi salah satu komponen pembangunan perekonomian di Bhumi Arema ini,” ungkap pria asal Karangploso tersebut.
Data dari tiga pemerintah daerah, di Malang Raya sambung dia, tercatat jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara terus meningkat dari tahun ke tahun. Total hampir 17 juta wisatawan berkunjung ke Malang Raya.
Dia menyebut Pemerintah Kota Malang misalnya mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke tahun 2016 kunjungan wisatawan sebanyak 3.996.609 wisatawan, dengan rincian 3.987.074 wisatawan nusantara dan 9.535 wisatawan mancanegara.
Kemudian pada tahun 2017 naik menjadi 4.914.910 wisatawan, meliputi 4.902.946 wisatawan nusantara dan 11.934 wisatawan mancanegara. Sementara itu di tahun 2018 jumlah kunjungan wisatawan nusantara berkisar 4,2 juta wisatawan dan untuk wisatawan mancanegara sebanyak 15.000 wisatawan.
Di Kota Wisata Batu, menembus angka 5,6 juta wisatawan. Wisatawan Domestik masih mendominasi sebesar 5.587.907. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara sejumlah 16.386. Pun demikian dengan Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang. Tercatat 7 juta lebih wisatawan berkunjung ke Kabupaten terbesar kedua di Jawa Timur itu.
"Keberadaan infrastruktur tentu menjadi kunci untuk membangun pariwisata. Minat penerbangan menuju ke Malang cukup tinggi, namun belum bisa terakomodir karena waktu penerbangan di Abdul Rachman Saleh masih terbatas pada pagi dan siang hari. Sehingga selama ini wisatawan mancanegara harus transit dulu di Juanda, kemudian baru menempuh perjalanan 2-3 jam menuju malang," bebernya.
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini berharap ada sinergi dari ketiga daerah di tersebut untuk bersama-sama memajukan pariwisata di Malang Raya. Ia pun menyebut tiap daerah pun punya keunggulan dan keunikannya masing-masing, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Jika ketiganya saling bersinergi, Gus Ali yakin Malang Raya bisa bersaing dengan Bali dan Yogyakarta. "Malang Raya ini bisa disebut Miniatur Nusantara (The Little Indonesia) karena punya paket komplit wisata. Seperti di Kabupaten Malang punya keunggulan di wisata alam dengan puluhan pantai dan coban,” tuturnya
Selain itu kata dia, juga ada wisata heritage sebagai bagian dari sejarah panjang Kerajaan Singhasari. Kota Malang punya keunggulan di wisata kuliner. “Demikian dengan Kota Wisata Batu dengan wisata buatan seperti Jawa Timur Park. Juga wisata alam agrowisata," kata calon DPR RI Dapil Malang Raya itu.
Dengan beberapa alasan tersebut, menurut Gus Ali Ahmad, menaikkan status Bandara Abdul Rachman Saleh menjadi Bandara Internasional menjadi sangat strategis demi pembangunan di wilayah Malang Raya ke depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

