Makam Cikal Bakal Desa Pulung Merdiko Banyak Dikunjungi Peziarah
Sosok Raden Tumenggung Jayengrono tidak lepas dari sejarah berdirinya Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Makam tersebut berada di selatan Pasar Pulung.

PONOROGO – Sosok Raden Tumenggung Jayengrono tidak lepas dari sejarah berdirinya Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Makam tersebut berada di selatan Pasar Pulung.
"Berziarah itu seperti izin dan bagian dari unggah ungguh kepada orang yang dihormati atau diteladani. Berdoa dalam ziarah adalah salah satu cara kami saling mengasihi, menyayangi dan menghormati," jelas Gunawan, peziarah asal Madiun.
Menurut sejarah, Raden Tumenggung Jayengrono adalah putra Raden Mas Sasangka atau Adipati Harya Metaun di Jipang (Bojonegoro). Jayengrono masih trah Pakubuwono. Karena bertemu Raden Sunan Pakubuwono II dalam pengungsiannya di Ponorogo serta pernah membantu merebut tahta kembali, maka diberi tanah perdikan sebagai hadiah.
"Itu merupakan awal dari nama Pulung Merdiko," ungkap Rukun, warga di sekitar makam Raden Tumenggung Jayengrono.
Menurut Rukun, anak keturunan Raden Tumenggung Jayengrono kemudian menjadi bupati di wilayah Ponorogo dan Caruban. Karena itulah menjelang pilkada atau pemilu banyak peziarah yang datang ke makam yang terletak di Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo itu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

