Advertisement
Peristiwa Daerah

Rumpon Penyebab Utama Hilangnya Ikan Lemuru di Perairan Muncar Banyuwangi

Menteri Kelautan dan Kemaritiman Republik Indonesia Susi Pudjiastuti berkunjung ke Tempat Pengalengan Ikan (TPI) Muncar, Banyuwangi, terkait diskusi dan menerima masukan mengenai permasalahan para nelayan Muncar.

TIMES Indonesia,
Rumpon Penyebab Utama Hilangnya Ikan Lemuru di Perairan Muncar Banyuwangi
Kunjungan Kerja Menteri Susi Pudjiastuti Bersama Nelayan dan Pengusaha Muncar, Banyuwangi (FOTO: Roghib/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Menteri Kelautan dan Kemaritiman Republik Indonesia Susi Pudjiastuti berkunjung ke Tempat Pengalengan Ikan (TPI) Muncar, Banyuwangi, terkait diskusi dan menerima masukan mengenai permasalahan para nelayan Muncar.

Nelayan mengungkapkan jika ikan lemuru kini sangat susah dicari dan hilang dari perairan Muncar. Kondisi ini sudah dialami nelayan sejak tahun 2009. Faktor penyebab utama hilangnya ikan lemuru yang menjadi Ikon kebanggaan masyarakat Muncar yaitu karena adanya rumpon (rumah ikan) yang sengaja di pasang oleh perusahaan ikan dari luar kota di perairan selat Bali.

Advertisement

Menteri-Susi-di-Banyuwangi-2.jpg

Rumpon sendiri adalah salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut, baik laut dangkal maupun laut dalam. Namun di selat Bali rumpon berdiri dengan kapasitas besar dengan pencahayaan yang banyak dan dijaga oleh pesuruh pemiliknya.

"Tolong siapa yang memainkan rumpon di perairan Muncar, laporkan ke saya! kalau bisa kirim titik koordinatnya, nanti akan kita bereskan," tegas Menteri Kelautan dan Kemaritiman Republik Indonesia Susi Pudjiastuti. Kamis,(04/04/2019)

Menteri Susi memaparkan ke puluhan nelayan muncar bahwa ikan lemuru adalah pakan bagi ikan-ikan besar seperti ikan tongkol, ikan tuna dan yang lainnya. Rantai makanan ini jika salah satunya hilang maka akan berpengaruh yang lainnya.

Menteri Susi juga mengajak para nelayan Muncar agar dibawah 4 mil tidak diperbolehkan ada jaring ikan, karena wilayah tersebut tergolong wilayah ikan untuk bertelor dan beranak, agar ekositem ikan dapat berkembang berkelanjutan.

Advertisement

Nelayan.jpg

"Bagaimana caranya ikan lemuru mau migrasi ke Selat Bali, kalau sebelumnya sudah dihadang oleh rumpon-rumpon ini," ungkap Umar Hasan Zen nelayan Muncar.

Umar menambahkan jika rumpon-rumpon tersebut sudah terpasang sejak tahun 1990-an, para pemilik adalah pengusaha ikan asal kota Jakarta, Cilacap dan Pekalongan yang memiliki ratusan rumpon di Selat Bali, terkhusus di daerah Timur Teluk Sembulungan. Kebanyakan kapal-kapal besar mengangkut ikan yang ada di rumpon saat musim angin tiba.

Menteri Susi memang sedang berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menyelesaikan permasalahan lemuru di Muncar, karena selain faktor utama rumpon, juga faktor lain seperti nelayan besar yang mencari ikan cumi-cumi dan ikan lainnya dengan menggunakan pencahayaan yang terang, sehingga menyebabkan ikan lemuru pergi, faktanya ikan lemuru tidak suka cahaya berlebih. Ratusan hingga ribuan nelayan Muncar sekarang sangat kesusahan mencari ikan akibat rumpon tersebut.

Lepas dari itu, Menteri Susi juga mengimbau agar menangkap ikan secara teratur, tidak berlebihan, dan mengikuti kaidah-kaidah aturan ikan yang boleh ditangkap atau tidak (indukan ikan, ikan bertelur dan ikan berumur muda), serta semua pihak bertanggungjawab menjaga kebersihan lingkungan dan tidak boleh membuang sampah sembarang ke laut, karena sampah bisa yang berserakan akan dimakan ikan, kemudian dikonsumsi manusia, akibatnya timbul penyakit, yang ujungnya merugikan kita sendiri.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Roghib Mabrur
PenulisRoghib Mabrur Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia