Advertisement
Peristiwa Daerah

Ratusan Orang Kunjungi Bazar Takjil di Areal Monumen Arek Lancor Pamekasan

Ratusan warga Pamekasan berdatangan menuju Bazar Takjil di areal Monumen Arek Lancor Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (07/5/2019).

TIMES Indonesia,
Ratusan Orang Kunjungi Bazar Takjil di Areal Monumen Arek Lancor Pamekasan
Warga Pamekasan berdatangan membeli makanan dan minuman di Bazar Takjil yang berada di areal Monumen Arek Lancor Pamekasan.(FOTO:akhmad syafii/TIMES Indonesia)
A-AA+

PAMEKASAN Ratusan warga Pamekasan berdatangan menuju Bazar Takjil di areal Monumen Arek Lancor Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (07/5/2019).

Bazar takjil yang biasa digelar setiap bulan suci Ramadhan, itu memang menjadi tempat favorit untuk beli makanan dan minuman bagi warga Pamekasan yang ingin berbuka puasa.

Advertisement

Makanan yang dijual di tempat tersebut mulai dari, Rujak Tajin, Nasi Jajan, Campur Lorcuk, Nasi Rames dan masih banyak makanan yang lainnya.

Sementara untuk minuman, ada  Es Jambu, Jus Avocado, Bubur Kacang Ijo, Es Campur, Es Cendol, Es teler dan masih banyak minuman yang lainnya.

Riski, (26) warga Pakong Pamekasan menyampaikan sangat senang dengan adanya bazar takjil yang berlokasi di jantung kota Pamekasan ini.

"Alhamdulillah saya sangat senang dengan adanya bazar takjil ini. Disamping makanan murah-murah saya juga bisa memilih menu makanan yang saya sukai," ungkap Mahasiswa yang masih aktif kuliah di Kampus Unira Pamekasan ini.

Harga makanan yang di jual di bazar takjil cukup bervariasi, mulai dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Begitupun juga dengan minuman ada yang Rp 3 ribu dan ada juga yang Rp 5 ribu.

Advertisement

Senada juga disampaikan Ahmad, salah satu penjual makanan.  Dia mengatakan jualannya laris diborong orang yang ingin berbuka puasa. "Alhmdulillah jualan saya hari ini laris terus. Dan semoga ke depannya tetap laris," ungkapnya.

Da menjelaskan keuntungan berjualan di Bazar Takjil di areal Monumen Arek Lancor Pamekasan ini juga lumayan, sekitar ratusan ribu. Kadang bisa sampai Rp 200 ribu dan kadang Rp 30 ribu. "Jadi penghasilannya setiap hari tidak menentu kadang dua ratus kadang lebih. Tapi kalau jualan laku semua," katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisAkhmad Syafii (MG-78) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia